Harga Jual Tinggi, Bulog Serap Gabah Terbanyak di Sumsel setelah 20 Tahun Terakhir

Bulog Sumsel Babel menyerap gabah terbanyak sepanjang 20 tahun terakhir dari petani di Sumsel Babel.

Diterbitkan 05 Mei 2025, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Palembang - Petani di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) kini lebih tertarik menjual gabah ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumsel Babel, karena harga jualnya lebih menggiurkan dibandingkan dijual ke tengkulak.

Harga jual gabah di tingkat petani yang ditawarkan Bulog Sumsel Babel seharga Rp6.500 per Kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan saat dijual ke tengkulak, yang hanya berkisar di harga Rp 5.000-an per Kilogram.

Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel Babel Heriswan berkata, petani tertarik menjual gabah dan beras ke Bulog Sumsel Babel karena pembayarannya bisa dilakukan secara langsung, baik tunai maupun tranfer ke rekening masing-masing saat itu juga.

“Kita bekerjasama dengan lima mitra untuk sewa pakai gudang penyimpanan gabah dan beras dari petani, ada di Palembang, Lubuklinggau dan lainnya. Walau gudang bulog sudah penuh, tapi tetap kita serap sesuai amanah Presiden Prabowo, sehingga tak akan ada hambatan penyerapannya” ujarnya, Jumat (2/5/2025).

Hingga April 2025 ini, penyerapan gabah mencapai angka tertinggi sepanjang 20 tahun terakhir, yakni 81.000 ton gabah setara beras. Bahkan angkanya kemungkinan akan melonjak drastis di Mei 2025 ini karena memasuki masa panen.

Jumlah tersebut jauh lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2022-2023, penyerapan beras hanya mencapai 15.000 ton per tahun, lalu melonjak di angka 31.000 ton di tahun 2024.

Penyerapan gabah dan beras di wilayah Sumsel Babel terbesar berada di Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir Sumsel. Sedangkan di Ogan Komering Ulu (OKU), Lahat dan Kota Lubuklinggau sedang berlangsung penyerapannya. Rata-rata gabah yang diserap di angka 2.200-2.800 ton per hari.

Program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Bulog Sumsel Babel, lanjut Heriswan, memberikan andil besar terhadap tingginya penyerapan beras di tahun ini, apalagi terkait dengan kesejahteraan petani yang diperhatikan pemerintah.

“Kita tak hanya duduk di gudang menunggu beras dari petani, sekarang jemput bola. Kita langsung beli gabah dan beras petani usai mereka panen. Sosialisasi juga dibantu oleh pemerintah daerah, TNI dan penyuluh pertanian,” ucapnya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Bangun Gudang Baru

Beras yang sudah diserap Bulog Sumsel Babel akan digunakan untuk kebutuhan pemerintah, seperti beras cadangan, stabilisasi harga beras, bantuan bencana dan lainnya.

Bahkan pasokan beras tersebut ada yang dikirim ke berbagai daerah di Indonesia untuk pemerataan stok, seperti ke Jambi, Riau dan Bengkulu.

“Kita pastikan kondisi beras tetap baik di gudang penyimpanan, karena selalu ada perawatan berkala yang berstandarisasi. Mulai dari pengecekan, penyemprotan anti hama, hingga fumigasi jika terindikasi adanya hama,” katanya.

Bulog Sumsel Babel juga sudah mengusulkan pembangunan gudang baru di Kabupaten Muara Enim Sumsel seluas 1 hektare. Lokasi pembangunannya sudah disiapkan, tinggal menunggu persetujuan dari pusat.

"Jangan khawatir, bulog selalu ada untuk kalian. Kami akan serap hasil panen, agar petani sejahtera negeri ini bisa swasembada pangan," ujarnya.