Liputan6.com, Yogyakarta - Kopi susu sedang jadi tren di kalangan anak muda. Namun, tahukah bahaya yang mengintai di balik konsumsi kopi susu setiap hari?
Menurut pelopor coffeeshop di Indonesia, Om Koko, hampir setiap coffeeshop, dari yang besar hingga kedai kaki lima, menawarkan varian es kopi susu dengan harga terjangkau.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap maraknya es kopi susu yang dijual dengan harga murah.
Advertisement
 "Kalau harganya murah, otomatis bahan bakunya juga murah. Tapi konsumen sering tidak tahu apa saja yang terkandung di dalamnya," ujarnya.
Om Koko berpendapat seperti halnya produk kemasan yang mencantumkan komposisi, konsumen seharusnya juga berhak mengetahui bahan baku kopi susu yang mereka minum.Â
"Ini masalah transparansi. Kopi jenis apa? Susunya apa? Pemanisnya apa? Harus jelas," ucapnya.Â
Dia memperingatkan bahwa dampak konsumsi es kopi susu yang berlebihan, terutama dengan bahan turunan berkualitas rendah, baru akan terlihat dalam jangka panjang.Â
"Bahayanya baru kelihatan setelah 10 tahun, apalagi jika ditambah pola makan yang tidak sehat," kata pemilik coffeshop Prada di Yogyakarta ini.
Es kopi susu seringkali menggunakan campuran berbagai produk turunan susu seperti krimer, susu bubuk, susu UHT, atau bahkan susu kental manis (SKM). Semua itu produk turunan yang jika dikonsumsi berlebihan bisa berisiko bagi kesehatan.
Om Koko menekankan pentingnya peran penjual dalam mengedukasi konsumen. Penjual harus memikirkan efek produknya dan memberikan informasi yang jelas dan konsumen punya hak tahu.
Dia menyarankan agar konsumen lebih selektif dalam memilih kopi.Â
"Kalau ingin minum kopi susu, pilihlah yang jelas komposisinya, seperti cappuccino atau latte dari merek terpercaya. Kopi seharusnya kembali ke basic-nya, bukan sekadar tren yang asal enak dan murah," sarannya.
Untuk menjaga kesehatan, Om Koko merekomendasikan agar konsumsi es kopi susu dibatasi.Â
"Idealnya, paling sering seminggu sekali. Kalau mau minum kopi setiap hari, lebih baik kembali ke kopi klasik seperti espresso atau americano yang lebih sehat," ujarnya.Dia menegaskan bahwa kopi sebenarnya menyehatkan jika dikonsumsi dengan benar.Â
"Minum kopi itu sehat, asal kita tahu cara minum yang benar dan memilih bahan yang berkualitas," tutur Om Koko.
Kesadaran konsumen menjadi kunci untuk menghindari risiko kesehatan. Jangan hanya tergoda harga murah dan rasa manis, tapi pastikan juga bahan yang digunakan aman dan berkualitas. Sebab, kesehatan di masa depan jauh lebih berharga daripada kenikmatan sesaat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182103/original/053960900_1744024501-IMG-20250407-WA0118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/360649/original/076094300_1521185970-hmb_komo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8651602/original/014097600_1782666412-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_17.17.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2872441/original/051482100_1564935670-KERETA_API-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528786/original/061172800_1782460439-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_1.49.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475914/original/072997800_1782386472-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_21.55.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472878/original/021323700_1782378604-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_4.01.24_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393239/original/076368000_1782273722-Tangan_Nona_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389686/original/021582800_1782269835-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_9.43.27_AM.jpeg)