Sukses

Ejekan Ketua DPRD Garut ke Pendemo soal PPPK Memantik Kemarahan Warga

Ungkapan dalam bahasa sunda ‘Sok narangis di dinya nya, sing sae (silahkan menangis di sana ya, yang bagus) yang disampaikan Euis dengan nada sinis sambil meninggalkan para pendemo, dianggap menghina ratusan guru

Liputan6.com, Garut - Sebuah video yang diduga berisi ejekan Ketua DPRD Garut Euis Ida Wartiah, Jawa Barat sekaligus Ketua DPD Golkar Garut, kepada para pendemo yang tengah memperjuangkan aspirasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi viral.

Ungkapan dalam bahasa sunda ‘Sok narangis di dinya-nya, sing sae (silahkan menangis di sana ya, yang bagus) yang disampaikan Euis dengan nada sinis sambil meninggalkan para pendemo, dianggap menghina ratusan guru yang tengah memperjuangkan aspirasi mereka hingga akhirnya viral di lini massa.

Sontak dalam waktu singkat, ungkapan itu langsung mematik kemarahan ratusan pendemo yang tengah menunggu kedatangan orang nomor satu di DPRD Garut tersebut.

“Kita baik-baik loh Bu, oh ibu, kita tidak mau ada apa-apa kita ingin baik-baik, kita minta baik-baik, Astagfirulloh,” ujar salah satu pendemo guru wanita berbaju dengan nada memelas menahan amarah “Ya Allah ya Alloh, nangis sing sae, ceunah (Nangis yang bagus katanya),” ujar dia mengulangi ungkapan yang disampaikan Euis kepada mereka.

Belakangan diketahui ungkapan tak etis yang disampaikan Eusi terjadi saat ratusan guru yang tergabung Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) itu, terjadi saat menyampaikan aspirasi mengenai PPPK di depan kantor DPRD Garut, pada Jumat (14/6/2024) petang kemarin.

“Kami jelas sangat kecewa dengan sikap dan pernyataan Euis Ida. Seharusnya dia menjaga etika dan menunjukan empati kepada kami,” ujar Ketua Fagar Garut, Ma'mol Abdul Fatih dengan berang.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat makan kehadiran Ketua DPRD Garut Euis Ida Wartiah, seharusnya mampu menjembatangi dan membawa aspirasi masyarakat Garut, bukan sebaliknya menunjukan sikap arogansi dan tidak bertanggung jawab.

“Buat kami penyataan itu jelas sangat melukai hati guru honorer yang sedang memperjuangkan nasibnya,” kata dia.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Permintaan Maaf

Usai pernyataannya mematik kontroversial dan kemarahan masyarakat, Euis Ida akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Menurutnya, kejadian tersebut murni spontanitas karena kondisi memanas saat demo. “Atas nama pribadi saya menyampaikan permohonan maaf atas perkataan yang dirasakan menyinggung para peserta unjuk rasa dari kalangan guru honorer,” ujar dia, Sabtu malam.

Euis mengaku pernyataannya tidak bermaksud merendahkan para pendemo yang datang ke gedung wakil rakyat itu. Ia berjanji memperjuangkan aspirasi ratusan guru honorer tersebut terkait pengajuan PPPK.

“Kami terus berkonsultasi dan menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah pusat melalui berbagai kesempatan,” kata dia.  

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.