Sukses

Masih Relevan hingga Sekarang, Dengarkan 4 Lagu Pop Tema Kemerdekaan

Liputan6.com, Yogyakarta - Bulan Agustus merupakan bulan yang tepat untuk menunjukkan rasa nasionalisme dan merayakan kemerdekaan. Tindakan nasionalisme bisa dilakukan dengan cara apa saja, mulai dari mengikuti upacara, lomba, karnaval, atau memasang foto swafoto berlatar bendera merah putih.

Tak hanya itu, beberapa musisi ini memilih membuat dan menyanyikan lagu pop tema kemerdekaan yang masih relevan hingga sekarang. Lagu apa saja?

1. Gombloh - 'Kebyar-kebyar'

Meski memiliki barisan hits single dengan lirik picisan, seperti 'Anak Singkong' dan 'Kugadaikan Cintaku', tetapi Soejarwoto Soemarsono atau yang lebih dikenal sebagai Gombloh ini memiliki lagu yang kental akan jiwa patriotisme. Siapa pun pasti akan tergetar begitu mendengar nukilan lirik, "Indonesia merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu" ini.

2. Cokelat - 'Bendera'

Lagu ini adalah penantian panjang setelah sekian lama generasi muda Indonesia kehilangan lagu kebangsaan perjuangan. Pujian layak diberikan kepada pencipta lagu, Eross Candra, yang membuat semangat perjuangan begitu renyah untuk dicerna.

Duet gitaris bersaudara, Edwin dan Ernest, menghadirkan melodi gitar yang gagah. Bridge sebelum reffrain menjadi ancang-ancang yang baik untuk klimaks yang menarik tapi tidak kehilangan sisi heroiknya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Efek Rumah Kaca

3. Efek Rumah Kaca - 'Menjadi Indonesia'

Lagu ini terinspirasi dari buku babon berjudul sama karangan Parakitri Simbolon. Dalam lagu ini, Efek Rumah Kaca menunjukkan eksistensinya sebagai band pop lintas disiplin dengan kemampuan menulis lirik berbahasa Indonesia yang penuh daya ledak.

Suara lirih sang vokalis, Cholil, adalah kecemasan anak-anak muda Indonesia melihat ketidakpastian masa depan negara ini, mulai dari prasangka, curiga, aniaya, dan segala benalu kebangsaan lainnya.

4. Iwan Fals - 'Bongkar'

Sebuah lagu akan menjadi abadi saat berada dalam situasi yang tepat. Lagu 'Bongkar' lahir saat rezim otoriter Orde Baru berada di puncak kuasa. Situasi sosial yang ada saat penciptaan lagu inilah yang membuat 'Bongkar' selalu relevan hingga hari ini.

Hentakan drum yang konstan dan ritmis di sepanjang lagu adalah pengantar langkah-langkah untuk turun ke jalan. Sementara, rentetan lirik dari Iwan Fals dan Sawung Jabo adalah bogem yang terkepal untuk menyuarakan perjuangan.

 

Penulis: Resla Aknaita Chak

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS