Sukses

Ratusan Sapi dan Domba Garut Diduga Terpapar Penyakit PMK dari Jawa Timur

Liputan6.com, Garut - Ratusan sapi dan puluhan domba Garut, di wilayah Garut, Jawa Barat positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Diduga sapi-sapi itu berasal dari pembelian sapi-sapi dari wilayah Jawa Timur.

“Totalnya ada sekitar 381 ekor sapi dan 16 domba yang positif terkena PMK,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Kadiskanak) Kabupaten Garut Sofyan Yani, Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, penyebaran penyakit PMK pada ratusan sapi dan puluhan domba, di Garut terdeteksi pertama kali pada awal Idul Fitri di Kecamatan Leles, beberapa waktu lalu.

“Ada sekitar 30 ekor sapi positif  yang ditemukan setelah dilakukan tes kesehatan,” ujar dia.

Untuk memastikan dugaan itu, kemudian tim dari Balai Veteriner Subang melakukan survei lapangan dengan melakukan pengecekan tes kesehatan terhadap sapi di beberapa kecamatan mulai Cisurupan, Leles dan Wanaraja hingga dinyakan Garut positif PMK.

“Seluruh hewan yang terserang PMK, memiliki ciri-ciri mulut berbusa, kuku kakinya melepuh dan berdarah, puting susunya berdarah hingga tidak bisa bangkit atau roboh,” papar dia.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, akibat penyakit itu, para peternak di kecamatan Cisurupan telah melakukan pemotongan terhadap hewannya.

“Ada sekitar 5 ekor yang mati di Leles, kemudian 8 ekor dipotong paksa oleh pemiliknya di wilayah Cisurupan,” kata dia.

Saat ini hasil dari uji laboratorium yang beradal dari data lapangan yang telah dilakukan pihak dinas, ada sekitar 9 kecamatan  di Garut terdeteksi positif PMK antara lain Leles, Kadungora, Wanaraja, Cisurupan, Cigedug, Cikajang, Banyuresmi, Garut Kota, dan Karangpawitan.

Rinciannya, sekitar 331 ekor sapi potong dan 50 ekor sapi perah. “Total ada sekitar 381 ekor sapi yang terdeteksi positif,” kata dia.

 

 

 

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini

2 dari 2 halaman

Diduga Berasal dari Jawa Timur

Dalam pengujian kesehatan di dua kecamatan Leles dan Cisurupan, diduga awal mula penyebaran PMK pada sapi-sapi milik warga diduga berasal dari penyebaran sapi di Jawa Timur.

“Ada beberapa sapi di Cisurupan yang berasal dari pembelian sapi di wilayah Jawa Timur,” kata dia.

Sementara untuk pemeriksaan lapangan yang dilakukan di Kecamatan Leles, ditemukan pasokan sapi positif PMK yang berasal dari pasar hewan Manonjaya, memiliki sumber yang sama.

“Setelah kami croscek asal sapi Manonjaya ternyata sapinya berasal dari Jawa Timur juga,” ujar dia.

Meskipun jumlah sapi positif PMK terbilang besar, namun Ia belum memastikan status PMK di Garut, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut telah meminta rekomendasi pemerintah pusat untuk menentukan status wabah PMK di Garut.