Sukses

Menko Airlangga Sebut Sawit Dongkrak Perekonomian Negara di Tengah Pandemi

Liputan6.com, Pekanbaru - Perkebunan sawit di Riau merupakan yang terbesar di Indonesia. Hampir 3,4 juta hektare lahan di Bumi Lancang Kuning ditanami bahan baku minyak goreng itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengaku menyaksikan luasnya kebun sawit di Riau. Hal itu dilihatnya saat naik helikopter dari Pekanbaru menuju Kampung Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Di kampung itu, Airlangga menanyakan kepada ratusan petani apakah harga sawit tinggi atau rendah.

"Tinggi," jawab petani kompak yang juga disaksikan Gubernur Riau Syamsuar serta pengurus DPP dan DPW Sawit Masa Depan (Semade), Kamis siang, 24 Februari 2022.

Setelah itu, Airlangga menanyakan apakah keberadaan minyak goreng aman di Riau. Apakah harganya juga tinggi dan stoknya aman.

"Jika minyak goreng kurang ya kebangetan," tegas Airlangga merujuk luasnya perkebunan sawit di Riau.

Menurut Airlangga, tingginya harga minyak goreng beberapa waktu lalu merupakan risiko dari melambungnya harga sawit. Namun untuk saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah mengatasi soal harga ini.

"Di sini juga ada Wamendag yang mengupayakan agar harga minyak goreng Rp14 ribu per liter," kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, sawit dalam beberapa tahun terakhir menjadi komoditas nasional teratas di Indonesia. Permintaan sawit dari Indonesia dan turunannya tidak pernah turun meskipun ditengah pandemi Covid-19.

"Ini komoditas unggulan dan ekspor tertinggi di Indonesia adalah sawit," jelas Airlangga.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Sawit Komoditas Unggulan

Airlangga menyebut pemerintah membuat kebijakan ekstra ordinary saat pandemi. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia positif dan berjalan lurus dengan pertumbuhan ekonomi di Riau.

Dia pun berharap adanya pelantikan DPW Samade Riau yang diketuai Karmila Sawit membuat masa depan petani sawit makin cerah ke depannya.

"Samade akan tetap membuat sawit ku masa depan ku," jelas Airlangga.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar menyebut pertumbuhan ekonomi di Riau pada akhir tahun 2021 sangat positif yaitu 33,6 persen. Nilai pertumbuhan itu merupakan terbaik dalam lima tahun terakhir.

"Ini dipengaruhi oleh sawit, migas, karet dan kelapa," kata Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan, lahan sawit di Riau ada 3,4 juta hektare lebih kurang. Dari jumlah itu, 57 persen di antaranya dikelola oleh rakyat atau swadaya. Sisanya oleh perusahaan ataupun masyarakat yang bermitra (plasma).

"Sebagian besar masyarakat bergantung kepada sawit dan saat ini harga per kilonya mencapai Rp3,6 ribu yang merata di seluruh Riau," jelas Syamsuar.

Sebagai informasi, kunjungan Airlangga ke Riau ini untuk melihat proses peremajaan sawit. Program peremajaan sawit rakyat ini sedang diintensifkan pemerintah dengan memberikan bantuan kepada petani.

Selain didampingi oleh sejumlah anggota DPR seperti Nurul Arifin, Idris Laena dan Meutya Hafid, turut hadir Ketua Umum DPP Samade, Tolen Ketaren, Wakil Ketua Umum Samade, Abdul Aziz dan Sekjen DPP Samade, Okslan Juma Indri.

Airlangga menyaksikan pelantikan Ketua DPW Samade Riau, Karmila Sari, di hadapan Gubernur Riau, Bupati Siak Alfedri, dan ratusan petani sawit.