Sukses

Pimpinan MIT Ali Kalora Tewas, Bagaimana Kelanjutan Operasi Madago Raya?

Liputan6.com, Palu - Aparat keamanan memastikan Operasi Madago Raya tetap berlanjut meski Pimpinan MIT, Ali Kalora telah tewas.

Kapolda Sulteng yang juga Penanggungjawab Operasi Madago Raya, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi mengungkapkan, operasi tetap dilanjutkan lantaran masih adanya DPO MIT yang masih bersembunyi di hutan dan pegunungan.

Berdasarkan data Satgas Madago Raya, sebelum Ali Kalora dan Jaka Ramadhan berhasil dilumpuhkan di Parigi Moutong, terdapat 6 anggota MIT yang diburu aparat gabungan.

"Tersisa 4 orang lagi yang belum tertangkap setelah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan tewas," kata Irjen Pol. Rudy Sufahriadi di Mapolres Parigi Moutong, Minggu pagi (19/9/2021).

Keempat buron yang tersisa itu yakni Faisal, Askar, Alfin, dan Galuh. Rudy bilang keempatnya sejak pertengahan tahun 2021 bersembunyi terpisah dari rombongan Ali Kalora.

"Kami berharap masyarakat membantu aparat. Kami akan cari sampai dapat DPO yang tersisa," Rudy menegaskan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Baku Tembak

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi menyampaikan, Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bersama rekannya sempat dikepung aparat dalam operasi penangkapan, sebelum akhirnya tewas dalam baku tembak.

"Mereka berdua dikepung ketika berada di Desa Astina, Kecamatan Torue," tutur Rudy saat konferensi pers di Polres Parigi Moutong, Minggu (19/9/2021).

Menurut Rudy, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas bersama dengan DPO lainnya yakni Ikrima alias Jaka Ramadhan alias Rama. Mereka hanya berdua di lokasi operasi penangkapan tersebut.

"Kini DPO MIT tersisa 4 orang dan sampai saat ini masih terus dilakukan pengejaran," jelas Rudy.

Diberitakan sebelumnya, kontak tembak antara Satuan Tugas Madago Raya dan kelompok DPO teroris Poso kembali terjadi, Sabtu 18 September 2021.

Dari informasi yang diterima, kontak tembak tersebut menewaskan dua orang teroris Poso, salah satunya adalah pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora dan satu orang anggotanya yakni Jaka Ramadhan.

Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf mengatakan, kontak tembak terjadi pada Sabtu 18 September 2021 sekitar pukul 17.20 Wita di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.