Sukses

Warga Nias Utara Sempat Panik Saat Gempa Magnitudo 5,2 Mengguncang

Liputan6.com, Nias Utara - Warga di Nias Utara merasakan guncangan cukup kuat saat gempabumi dengan magnitudo 5,2 terjadi pada Minggu (7/6/2020) sekitar pukul 06.50 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa melanda wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui pesan digital melaporkan, warga di Nias Utara merasakan guncangan selama 5 detik hingga membuat panik.

"Warga segera keluar rumah ketika gempa terjadi," kata Daryono.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias masih melakukan pemantauan di lapangan. Sementara itu, warga Gunung Sitoli dan Nias Barat tidak merasakan guncangan gempabumi.

Dijelaskan Daryono, parameter gempa terjadi berada pada 38 km barat laut Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut). Gempa terjadi pada kedalaman 27 Km, dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG memonitor intensitas gempa yang diukur dengan MMI (Modified Mercalli Intensity), pada Lahewa Nias Utara III MMI dan Gunung Sitoli II MMI.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," terang Daryono.

Hasil analisis mekanisme sumber oleh BMKG, menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

"Gempa ini pusatnya tepat di bidang kontak antar lempeng di zona megathrust segmen Nias-Simeulue," sebutnya.

2 dari 3 halaman

Masyarakat Diimbau Tenang

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpicu oleh informasi palsu pascagempa. Informasi resmi dapat diperoleh pada laman BMKG maupun institusi pemerintah, seperti BPBD dan BNPB.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono Episenter melaporkan, gempabumi terletak pada koordinat 1,57 LU dan 96,97 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 46 km arah Barat Kota Lotu, Kabupaten Nias Utara, Sumut.

Diungkapkan Rahmat, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.32 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," Rahmat mengimbau.

Masyarakat juga diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempabumi. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut: