Sukses

Hoaks Pasar Tradisional di Cirebon Tutup karena Corona Covid-19

Liputan6.com, Cirebon - Pemerintah Cirebon memastikan hanya menerapkan sistem belajar dan bekerja di rumah selama 14 hari menyusul adanya pasien positif covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah menyatakan informasi mengenai tutupnya pasar tradisional di Cirebon adalah hoaks. Walikota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan, sejumlah upaya telah dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Berintan Kota Cirebon.

"Ada langkah preventif yang dilakukan PD Pasar sehingga tidak benar kalau pasar tradisional itu tutup," ujar dia, Kamis (19/3/2020).

Beredar informasi pesan berantai yang diterima masyarakat Cirebon. Informasin tersebut berupa pesan tertulis yang menyatakan pasar tradisional di Kota Cirebon akan tutup.

Penutupan pasar tradisional tersebut selama tiga hari terhitung mulai hari Jumat, 20 Maret 2020. Selama penutupan, pemda setempat akan melakukan penyemprotan cairan diainfektan.

"Kami tidak pernah menginstruksikan pasar dan mall tutup. Hanya mewanti-wanti agar pengurus pasar dan pengelola mall bisa melindungi diri dan pedagang dengan baik selama masa penyebaran virus covid-19," kata Azis.

Azis menekankan agar pengurus pasar dan pengelola mall menaati aturan mengenai pencegahan penyebaran covid-19 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Azis juga meminta kepada setiap warga di Kota Cirebon untuk disiplin menjalankan aturan-aturan pencegahan penyebaran virus covid-19.

2 dari 3 halaman

Kontak Fisik

“Kuncinya saat ini, jalankan terus pola hidup sehat dan tingkatkan daya tahan tubuh,” tegas Azis.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Berintan, Akhyadi, SE., juga membantah adanya informasi jika pasar tradisional akan tutup ada tanggal 20 Maret 2020.

“Itu bohong,” ungkap Akhyadi.

Saat ini, kata Akhyadi, situasi dan kondisi yang ada di pasar tradisional berjalan normal dan terkendali. PD Pasar Kota Cirebon akan melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di pasar-pasar tradisional.

Diantaranya meminta agar antara pedagang dan penjual tidak terjadi kontak fisik, seperti berjabat tangan.

“Kami juga mewajibkan kepada pengurus pasar untuk menyiapkan wastafel dan cairan antiseptik,” tegas Akhyadi.

Imbauan tersebut disampaikan melalui berbagai media yang ada, mulai dari spanduk di masing-masing pasar hingga melalui pengeras suara yang ada di setiap pasar.

 

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pasien COVID-19 Terus Bertambah, Ruang Isolasi RSUP M Djamil Nyaris Penuh
Artikel Selanjutnya
Sempat Galau Corona Covid-19, Pengelola Akhirnya Tutup Candi Prambanan, Borobudur dan Boko