Sukses

Air Mata Haru Saat Bocah-Bocah Sumenep Membasuh Kaki Ibu

Liputan6.com, Sumenep - Hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, menjadi momentum berharga bagi semua orang untuk mengingat perjuangan seorang ibu dalam merawat anaknya. Ketelatenan sejak ia mengandung hingga besar dan berhasil menjadi orang sukses seakan tak bisa terbalaskan dengan apapun.

Tak jarang sebagian orang memperingati hari ibu menggunakan caranya tersendiri agar tidak mudah melupakan perjuangan panjang sang ibu. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Attaufiqiyah, Desa Aengbaja Raja, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ratusan siswa yang menempuh pendidikan di madrasah itu bersama-sama membasuh kaki ibunya masing-masing untuk diminum. Tujuannya tak lain adalah mendapatkan berkah dari seorang ibu yang telah banyak meluangkan waktu demi kebahagiaan anaknya.

Pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiyah, Imam Hasyim mengatakan, momentum memperingati hari ibu sudah berjalan tiga kali. Tujuannya tidak untuk menghargai perjuangan seorang ibu yang telah merawat dari sejak hamil hingga anaknya dewasa dan berhasil meraih kesuksesan.

“Kegiatan seperti ini untuk menanamkan rasa cinta dan sayang seorang anak kepada ibunya. Maka sejak dini anak didik kita harus diberi bekal guna muliakan dan menghormati ibunya,” ucapnya, Minggu 22 Desember 2019.

Usia anak yang masih sekolah Madrasah Ibtidaiyah masih belum banyak mengerti begaimana susahnya menjadi seorang ibu, sehingga sejak dari sekarang sangat tepat jika siswa dibekali pengetahuan yang nantinya dapat menghormati dan menghargai seorang ibu.

Dia yakin, kelak anak-anak tersebut memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik, supaya juga bisa menghargai dan menghormati orang lain.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Janji Bocah-Bocah Sumenep kepada Ibunda

Kegiatan membasuh kaki ibu yang dilakukan oleh siswa itu merupakan ajakan untuk lebih peduli terhadap ibu. Karena atas perjuangannya, ia sudah berani mengorbankan jiwa raganya untuk sang anak, bahkan ibu lebih memilih menderita demi menyenangkan buah hatinya.

Saat semua siswa duduk sambil membasuh kaki ibunya masing-masing, isak tangis mulai pecah. Tak satu pun yang tak terharu, baik siswa, para ibu dan guru juga turut meneteskan air mata. Ibu-ibu langsung memeluk dan mencium anaknya masing-masing sambil menangis.

Lagu dan puisi yang dilantunkan oleh guru seakan mengingatkan semuanya akan peran besar seorang ibu. Hal itu terlihat, meski para siswa sudah menyelesaikan membasuh kaki ibunya, sebagian diantara siswa dan para ibu masih terus meneteskan air mata.

“Kami sangat terharu. Dan ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Semoga nanti menjadi anak sholeh serta mendapatkan ilmu yang bermafaat bagi orangtuanya,” kata Dina Wardatul Jannah, salah seorang wali murid yang menghadiri turut memperingati Hari Ibu.

Melihat tangisan ibu-ibu, para siswa berjanji akan berbakti dan menjadi anak yang baik agar tidak menyakiti ibunya. Kelak nanti ketika mereka sudah dewasa, akan merawat ibunya dengan baik hingga sang ibu dalam menjalankan kehidupan masa tuanya tetap senang.

“Saya berterima kasih sama ibu. Karena ibu sudah sabar merawat saya, sehingga saya sangat sayang sama ibu,” jelas Faza, seorang siswa yang masih duduk dibangku kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Attaufiqiyah.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Ibu Berusia 80 Tahun yang Masih Rela Jadi Pemulung di Makassar