Sukses

Keraton Yogyakarta Tutup untuk Wisatawan di Hari Tertentu

Liputan6.com, Yogyakarta - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selain sebagai simbol budaya kini juga menjadi obyek wisata. Namun tidak setiap hari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibuka untuk wisatawan.

Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan, selama bulan Agustus 2019 ini setidaknya ada beberapa hari Kraton Yogyakarta akan ditutup untuk wisata.

"Berkaitan dengan adanya Hari Raya Idul Adha dan Kemerdekaan RI, wisata Keraton Yogyakarta ditutup pada Minggu (11/8), Senin (12/8) dan Sabtu (17/8)," katanya kepada Liputan6.com Kamis 8 Agustus 2019.

Keraton Yogyakarta pada bulan Agustus 2019 ini menurut Caos Keben Keraton Yogyakarta Mas Wedono Mulyono Pawoko ditutup karena berkaitan dengan perayaan hari raya Idul Adha. Selain itu juga berkaitan dengan HUT RI paa Tanggal 17 Agustus 2019.

"Agustus ada tiga ya Tanggal 11,12, itu karena Hari Raya Idul Adha hari Minggu dan 12 itu hari Senin karena ada Grebeg dan 17 itu 17-an," katanya.

Setiap harinya waktu buka Keraton Yogyakarta juga dibatasi untuk wisata. Wisatawan yang datang ke Keraton Yogyakarta dibatasi sampai Pukul 13.30 WIB.

"Sabtu setengah dua. Jumat sampai jam 11. Hari biasa buka dari jam setengah sembilan ditutup setengah dua," katanya.

2 dari 2 halaman

9 Hari Ditutup

Mas Wedono Mulyono Pawoko mengatakan, setiap tahunnya setidaknya ada 9 hari Keraton Yogyakarta ditutup untuk wisatawan. Paling banyak tahun ini ada di bulan Agustus yaitu tiga hari libur yaitu 11, 12, dan 17 Agustus 2019.

"Kalo dihitung setahun, ya dari Januari sampai nanti akhir tahun ya sekitar 9 tanggal itu yang akan libur dari wisatawan," katanya.

Namun 9 tanggal itu setiap tahunnya bisa berubah karena menggunakan penanggalan Jawa. Sehingga tidak sama dengan penanggalan Masehi.

"Ini kan pakai penanggalan Jawa jadi tidak sama dengan masehi. Jadi saya liat dua kalender, Jawa dan Masehi," katanya.

Hingga akhir tahun ini masih ada 3 Tanggal Kraton Yogyakarta akan ditutup bagi wisatawan. Tiga tanggal itu ada di bulan November dan di bulan September 2019.

"Hari Mulud Nabi libur sekitar 10 November, 17-18 September 2019 juga libur. Apa ya di bulan Suro ya itu," katanya.

Sebelum Agustus ada beberapa hari Keraton libur dari Wisatawan. Mulai dari awal tahun atau tahun baru 1 Januari 2019.

"Idul Fitri Syawal itu dua hari 5-6 Juni," katanya.

Jumlah 9 hari libur ini bisa berubah sesuai dengan permintaan dari Sultan HB X. Tamu besar Keraton Ngayogyakarta bisa membuat wisatwan gigit jari bisa masuk ke kraton Yogyakarta.

"Kecuali ada tamu Keraton atau menikahkan anaknya. Tapi itu isidentil ya," katanya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Air Sungai Progo untuk Kulon Progo dan Bantul
Artikel Selanjutnya
Kapas Amerika Serikat Serbu Industri Tekstil Indonesia, Efek Perang Dagang?