Sukses

Kisah Alumnus UGM Penyandang Autisme Berjuang Menyelesaikan Kuliah

Liputan6.com, Yogyakarta - Seorang laki-laki muda beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pembawa acara. Sepintas, tidak ada yang berbeda dengan sosok laki-laki itu sampai akhirnya ia berbicara, sesekali terbata dengan pandangan mata yang tidak penuh.

Dionisius Agung Sulistyo, demikian namanya. Bukan tanpa kebetulan ia didapuk menemani Prisca Niken, pembawa acara utama, dalam seminar bertajuk Kunci Agar Murid Autis Sukses di Sekolah Menengah dan Universitas yang diadakan di Pascasarjana UGM, Kamis (8/8/2019). Ia merupakan salah satu mahasiswa dengan autisme yang berhasil lulus dari UGM.

Dion adalah alumnus UGM jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM. Ia terdaftar sebagai mahasiswa pada 2013 dan menyelesaikan pendidikannya pada November 2018.

"Saya sempat tinggal di Yogyakarta sendiri, ngekos," ujar laki-laki asal Jakarta ini.

Selama kuliah, ia mengaku tidak mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan teman-temannya. "Mereka menerima saya dan memaklumi," tuturnya.

Sesekali, kondisi Dion yang hidup dengan autisme juga sempat menjadi bahan perundungan teman-temannya. Namun, ia tidak berkecil hati dan menganggap apa yang dilakukan oleh teman-temannya hanya sebatas bercanda.

 

2 dari 2 halaman

Sering Kehilangan Fokus

Perjuangan ekstra Dion justru ketika ia menimba ilmu. Saat dosen mengajar, tak jarang ia kehilangan fokus.

Saat ditanya rasanya seperti apa, Dion menjawab, "Saat mendengarkan dosen, tiba-tiba seperti blank, hilang semua, dan tidak fokus."

Dion yang pantang menyerah akhirnya berhasil membuktikan kemampuannya setara dengan teman-temannya. Bahkan, lebih dari sebagian temannya yang belum lulus.

Ia sempat bekerja di Kemendikbud Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Jakarta. Saat ini, Dion bekerja sebagai volunteer di Rumah I'm Star Bintaro.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna Sugarda mengungkapkan, UGM memiliki komitmen untuk memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa supaya bisa mengenyam kuliah di kampus UGM.

"Mahasiswa berkebutuhan khusus mendapatkan hak yang sama dengan mahasiswa lainnya, termasuk soal fasilitas," ucapnya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Air Sungai Progo untuk Kulon Progo dan Bantul
Artikel Selanjutnya
Kupas Tuntas Sisi Lain Autisme dalam SPEKIX 2019