Sukses

Polemik 2 Versi Tanggal Lahir Gus Dur, Mana yang Benar?

Liputan6.com, Gorontalo - Hari kelahiran Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, oleh Jaringan Gusdurian itu diperingati setiap 4 Agustus. Namun, hal ini masih menimbulkan pertanyaaan besar di kalangan para pecinta dan pengagum Gus Dur lainnya.

Hal ini terkuak ketika beberapa waktu lalu muncul #KangenGusdur di Twitter. Beberapa warganet mempertanyakan tanggal berapa sebenarnya Presiden keempat RI lahir. Pasalnya, terdapat dua waktu yang berbeda terkait hari kelahiran Gus Dur

Menurut Wikipedia, Gus Dur tercatat lahir pada 7 September 1940. Namun, menurut data dari Jaringan Gusdurian Nasional, kelahiran Gus Dur jatuh pada 4 Agustus 1940.

Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Muhammad Autad An Nasher mengatakan, memang secara umum orang-orang mengenal bahwa kelahiran Gus Dur itu ada dua.

"Emang dua, secara de facto dan de jure kebanyakan orang mengenal kelahiran gusdur itu 7 September, akan tetapi menurut data yang ada di kita, kelahiran Gus Dur itu jatuh pada 4 Agustus yang kita peringati kemarin," katanya di sela kunjunganya ke Gorontalo, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, ada data-data yang mendukung penetapan hari kelahiran Gusdur pada 4 Agustus. Data inilah yang menguatkan mereka sehingga menetapkan tanggal tersebut sebagai haul Gus Dur.

"Menurut data yang ada, yakni berdasarkan KTP dan akte kelahiran beliau, itu ia lahir pada 4 Agustus," ungkapnya.

Namun, hal itu tidak menjadi satu persolan bagi mereka, meskipun pada catatan sejarah Gus Dur memiliki dua tanggal lahir. Justru, menurut mereka hal tersebut sangat unik dan lucu.

"Bagi kami tidak jadi persoalan, yang terpenting nilai pemikiran Gus Dur yang utama untuk dijadikan keteladan, untuk tanggal lahir ada dua memang lucu, karena beliau terkenal dengan humor-humornya semasa hidup," tandas Autad sambil tersenyum.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kejutan dari Pegiat NU Cilacap Saat Uskup Murid Gus Dur Pimpin Misa
Artikel Selanjutnya
DPR Sahkan UU KPK, Istri Gus Dur: Dengar Itu Aku Mulas dan Pusing