Sukses

Mengenang Dalang Suherman, Korban Ambruknya Tembok Sarang Walet

Liputan6.com, Cirebon - Kepergian dalang Suherman (48), pemilik Sanggar Hidayat Jati, Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi dunia seni dan budaya di Indonesia, khususnya Cirebon.

Suherman merupakan salah satu korban dari tembok sarang walet ambruk yang menewaskan tujuh orang di lokasi. Dalang Herman meninggal bersama anak pertamanya, Arid (13), saat sedang berlatih seni karawitan Cirebon untuk ikut dalam festival seni budaya Cirebon dan perpisahan sekolah SMPN 1 Gegesik.

Kepergian dalang Herman juga menyisakan duka mendalam bagi Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi). Menurut Pepadi, dalang Herman adalah salah satu dalang terbaik di Cirebon.

"Kami juga tadi datang ke rumah duka bersama dengan Pak Menteri Pendidikan. Kami merasa kehilangan sosok dalang ini," ucap pengurus Pepadi Indonesia, Teguh Cokronegoro, Rabu, 18 April 2018.

Menurut dia, dalang Suherman merupakan sosok yang selama hidupnya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Karena itu, Pepadi akan mengawal janji pemerintah membangun kembali sanggar yang didirikan Suherman, termasuk peralatan gamelan.

Teguh meminta peristiwa tersebut tidak menyurutkan semangat budayawan di Cirebon untuk melestarikan warisan leluhur. Meski demikian, Pepadi mengaku belum ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya.

"Dalang Herman ini mendirikan sanggar tanpa bantuan mana pun, dengan segala kekurangannya sanggar didirikan," katanya.

Dia juga mengaku terpukul atas kepergian dalang cilik berprestasi, Muhammad Az Zikri, yang menjadi salah satu korban tembok sarang walet ambruk. Dari peristiwa tersebut, Teguh mengaku akan lebih intens memantau perkembangan pelatihan pewayangan dan pedalangan di daerah.

Ia pun meminta pemerintah tidak hanya sekadar melakukan pendataan terhadap pusat pelatihan sanggar. Dia mendesak pemerintah agar lebih memberikan ruang kepada pusat pelatihan sanggar untuk dapat mewujudkan keinginan mereka.

"Di setiap kota kabupaten ada sanggar yang didirikan pemerintah dan kita berikan insentif bagi pelatih yang notabene kehidupannya belum mumpuni," ujar dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Bantuan Pemerintah

Adapun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku sudah melakukan peninjauan di lokasi sanggar milik dalang Suherman di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

"Sanggar akan kita bangunkan yang lebih representatif," ujar Muhadjir.

Tak hanya itu, peralatan kesenian yang dibutuhkan untuk sanggar pun akan diberikan. Menurut Muhadjir, sanggar harus tetap berjalan dan berkembang ke arah yang lebih baik sesuai dengan amanah dari dalang Suherman.

Selain di sanggar milik Suherman, Mendikbud juga akan memberikan bantuan alat kesenian gamelan di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Gegesik Cirebon. Bantuan tersebut agar para siswa juga aktif dan bisa belajar kesenian di sekolah.

Muhadjir menjelaskan, pemberian alat kesenian tersebut sudah sesuai dengan program pemerintah yang tengah menggalakkan. Terutama, supaya siswa kembali mempelajari tradisi dan kebudayaan masing-masing.

"Jangan sampai tercabut dari akar budaya," kata Muhadjir.

Dia menyampaikan pula, untuk putra dan putri dalang Suherman akan diberikan beasiswa hingga ke tingkat universitas sesuai dengan keinginan dalang Suherman. Dia mengakui, Gegesik selama ini dikenal sebagai salah satu kampung budaya di Kabupaten Cirebon.

"Saya sekaligus menyampaikan salam dari Bapak Presiden (Jokowi) yang turut berbelasungkawa sekaligus memberikan santunan kepada para korban," ucap Muhadjir.