Sukses

Banyak Warga Jadi Tukang Bangunan, Kota Ini Bentuk Asosiasinya

Liputan6.com, Kupang - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal membentuk Asosiasi Pertukangan Daerah. Ini merupakan wadah bagi warga yang bekerja sebagai tukang bangunan (kayu dan batu) sehingga derajat mereka terangkat.

"Pembentukan asosiasi itu akan bersama-sama para tukang agar bisa lebih jelas segala bentuk aturan pelaksananya," kata Wali Kota Kupang Jonas Salean di Kupang, NTT, seperti dikutip dari Antara, Jumat 1 Juli 2016.

Dia mengatakan, rencana pembentukan asosiasi pertukangan itu didasari oleh semakin banyaknya warga Kota Kupang yang bekerja sebagai tukang bangunan namun belum mendapatkan perlindungan secara resmi.

Menurut Jonas, dengan adanya asosiasi itu maka akan jelas kiblat dan nilai dari pekerjaan tukang. Nantinya bakal ada pengaturan tentang nilai kontrak dan harga kerja setiap tukang bangunan. Ini untuk mencegah kemungkinan adanya penawaran rendah yang melanggar kesejahteraan para tukang.

"Jika tidak dibentuk dalam wadah dan diatur, maka besar kemungkinan akan ada praktik menerapkan tarif rendah dan tentu mematikan tenaga lainnya," ujar dia.

Tarif Murah

Dengan adanya asosiasi, kata dia, setiap perusahaan atau perorangan yang akan membangun akan berpatokan pada aturan, baik berkaitan dengan pola kontrak kerja sama maupun terhadap nilai kontrak setiap item pekerjaannya.

Dia mengakui di tengah perkembangan zaman dan era bebas ini, akan ada banyak tukang lokal yang tergusur karena minim keahlian daripada tukang dari luar.

Asosiasi mereka, kata dia, juga sebagai wadah belajar dan peningkatan mutu sumber daya ke arah yang lebih profesional sehingga tidak kalah bersaing. "Ini penting agar warga yang berprofesi tukang akan terus menekuni profesinya dengan tanpa takut digilas kemajuan dan persaingan," tutur Jonas.

Dia mengaku sedang meminta kajian teknis dari sejumlah dinas, termasuk masukan dari para tukang untuk kepentingan penyempurnaan asosiasi tersebut.

Seorang tukang batu, Filipus Fe (54), yang ditemui pada kesempatan terpisah mengaku mendukung rencana Pemerintah Kota Kupang. Dia mengatakan, selama ini nilai tawar yang diberikan atas jasa para tukang rendah.

"Karena butuh uang akhirnya para tukang menawarkan pekerjaan murah dan ini justru merusak harga jual para tukang," ucap Filipus.