Sukses

Habiskan 30 Kg Sehari, Mi Ayam Tumini Tak Buka Cabang

Liputan6.com, Yogyakarta - Mi Ayam Tumini terkenal dengan bumbu yang kuat sehingga bisa menjual 700 mangkok per hari. Mi yang terjual pun melonjak pesat.

Pada awalnya berdiri 1990, Mi Ayam Tumini menjual 2 kg  saja per hari. Kini mi yang terjual dalam sehari mencapai 30 kg.

"Dulu nggak kayak sekarang. Sehari 2 kg, kalau sekarang sampai 20-30 kg per hari," kata karyawan Mi Ayam Tumini, Triyanto, kepada Liputan6.com, Jumat (18/3/2016).

Tri mengatakan jika mie ayam Tumini bisa bertahan hingga puluhan tahun karena menjaga resep yang sama hingga saat ini. Ia mengklaim rasa mi ayam yang dahulu dengan yang sekarang sama saja. Hal itu karena menjaga bumbu dan resep yang ada.

"Resep itu harus diperjuangkan. Bumbu harus stabil jika harga bumbu mahal maka bisa dikurangi jumlah bumbu," ujar Tri.

Terkait banyaknya mi ayam yang ada saat ini, majikannya tidak khawatir karena setiap mi ayam memiliki ciri khasnya masing-masing. Ia juga menyebutkan majikannya tidak akan membuka cabang lainnya.

Daftar harga Mi ayam Tumini. (Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Majikannya yang asli Salatiga dan Wonosari itu hanya menerima pembelian produknya. Mereka menolak membuka franchise seperti lainnya.

"Owner nggak akan buka cabang cuma di sini. Tenaga sekarang sembilan tenaga itu pun kurang. Kita banyak yang minta (buka cabang) tapi kita menolak. Kalau mau ambil barang di sini, seperti mi, saus gitu bisa. Kalau buka cabang, nggak," tutur Tri.

Sementara itu, Hary Satria, warga Pakualaman, mengaku sering membeli Mi Ayam Tumini sejak kecil. Menurut dia, Mi Ayam Tumini merupakan warung mi satu-satunya yang masih bertahan di antara pesaingnya.

"Dahulu sini itu Sanggrahan. Sering main ke sini setelah main makan Mi Ayam Tumini ini. Dahulu juga cukup ramai tapi sekarang memang lebih ramai," ujar Hary.

Loading