Sukses

Mi Ayam Tumini Yogja, Mampu Habis 700 Mangkuk dalam Sehari

Liputan6.com, Jakarta Sekilas dari luar, warung Mi Ayam Tumini yang ada di Jalan Imogiri Timur 187, Umbulharjo, Kota Yogja ini sama seperti warung mi ayam pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah parkir warung Mi Ayam Tumini selalu ramai setiap saat. Eko juru parkir warung mi ayam mengatakan, dalam sehari ada sekitar 400 motor bisa diparkir di depan warung yang terletak di utara terminal Giwangan ini.

"Sehari bisa 450-an motor disini biasanya sampai jam lima paling malam jam tujuh," ujarnya kepada Liputan6.com. Rabu (16/3/2016).

Sementara Triyanto Karyawan mie ayam mengatakan jika warung Mi Ayam Tumini ini sudah sejak tahun 1990. Dalam sehari bisa menjual mie ayam sebanyak 700 mangkok. 

"Sehari bisa 500-700 mangkok. Kalo ayamnya habis ya sudah tutup. Tergantung ayamnya," ujarnya.

Triyanto mengatakan setiap hari warungnya buka mulai pukul 10.00 wib. Namun jam tutupnya bisa bervariasi antara jam 6 petang. Seringnya warungnya tutup sekitar pukul 16.00 WIB.

Suasana parkiran warung Mi Ayam Tumini yang ramai setiap hari. Foto: Fathi Mahmud.

"Ga ada hari libur. Setiap hari buka. Buka dari jam 10.00-sampai jam 18.00 tapi biasane jam 4 atau setengah lima sudah habis," ujarnya.

Namun salah satu pelanggan mi ayam Tumini yaitu Yulianti warga Jogja menceritakan kenapa ia rela pergi belasan kilo demi semangkok mie ayam ini. Menurutnya mie ayam Tumini ini berbeda dengan lainnya. Perbedaan itu terletak pada kuah dan bumbunya yang sangat kental dan kuat. Sehingga ia rela jauh jauh demi menikmati mie ayam Tumini.

"Bumbunya kentel kalo yang lain itu biasa ini kayak kari ayam. Kalo yang kayak gini ya disini doang. Makanya sampai 700 mangkok perhari kan. Sampai di grup alumni saya sampai bilang pernah main mi ayam sini. Lebih dikuahnya yang kental. Kalo rasa mi mungkin hampir sama dengan yang lain," ujarnya.

Warung Mi Ayam Tumini mampu habiskan 700 mangkuk setiap harinya. Foto: Fathi Mahmud.

Yulianti menyebut ia sering datang ke warung ini bersama teman temannya. Ia mengaku menegnal mie ayam Tumini saat diajak teman kerjanya. Sejak saat itu ia seperti ingin selalu menikmati mie ayam ini.

"Sebulan sampai lima kali ada lah. Pas pengin aja. Soalnya jauh juga rumahnya di Maguwoharjo," ujarnya.

Sementara dari pantauan Liputan6.com mi ayam Tumini tampak berbeda pada tampilan pertamanya. Dimana kuah yang memenuhi mie ayam terlihat sekali sehingga hampir mienya tidak terlihat. Mi yang ditawarkan terasa lebih besar dari mie biasanya. Namun ketika dimakan rasa yang ditawarkan cenderung bervariasi antara rasa manis dan gurih bercampir. Jika ditambah sedikit sambel maka rasa akan menjadi bertambah pedas terasa dilidah anda. Mi ini dihargai Rp 8 ribu per porsi. Untuk harga dan rasa yang ditawarkan mi ayam ini cukup worth it untuk dinikmati saat berkunjung ke Jogjakarta. (Fathi mahmud)

Pedoman Penerapan New Normal Bagi Restoran Cafe dan Warung Makan