Sukses

Maju Lewat Partai Kecil, 5 Tokoh Populer Ini Terancam Gagal ke DPR

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki nama populer, tidak menjamin dapat mendongkrak suara partai yang mengusungnya agar lolos ke Senayan di Pemilu 2019. Meski mendapat banyak suara, nama-nama caleg ini tak bisa melenggang ke DPR karena partainya diprediksi tidak mencapai ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen.

Beberapa partai diprediksi tak memenuhi ambang batas parlemen terpotret dalam hasil quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei. Data lain adalah hasil hitung sementara real count KPU juga mencatat beberapa partai tidak mendapat suara signifikan.

Berikut adalah beberapa caleg populer atau terkenal tapi gagal melenggang ke DPR pada Pemilu 2019:

1. Tsamara Amany

Caleg-caleg asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diprediksi tidak akan lolos ke Senayan, karena berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count Pileg 2019, PSI tidak mampu menembus ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) 4 persen. PSI diprediksi hanya peroleh suara di bawah 2 persen.

Caleg populer PSI yang tak lolos ke Senayan, yakni Tsamara Amany Alatas. Maju dari Daerah Pilihan DKI Jakarta II meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Luar Negeri. Ketua DPP PSI ini, menerima jika partainya dan dirinya tidak lolos Pileg.

Walau sudah mengaku kalah, Tsamara tetap akan berjuang mengawal demokrasi dari luar parlemen.

"Kekalahan di pemilu kali ini bukan berarti hentian atas perjuangan kita. Kita akan kembali lebih kuat, kita akan terus berjuang di luar parlemen, kita akan terus membawa nilai toleransi, dan membawa nilai antikorupsi," kata Tsamara melalui video di akun instagram pribadinya @tsamaradki.

2. Yusril Ihza Mahendra

Kemudian, caleg populer yang tak lolos lainnya adalah Yusril Ihza Mahendra. Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra maju sebagai caleg PBB Dapil DKI Jakarta III yang meliputi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Yusril tidak lolos karena partai yang dipimpinnya tak memenuhi ambang batas parlemen. Hasil hitung cepat suara PBB bahkan tak mencapai 1 persen.

Menanggapi hal tersebut, Yusril meminta semua kader dan caleg PBB untuk tetap menunggu hasil penghitungan suara resmi KPU. "Hasil akhir pemilu adalah hasil yang secara resmi diumumkan KPU," kata Yusril.

2 dari 3 halaman

3. Titiek dan Tommy Soeharto

Tokoh politik populer lain yang diprediksi tidak lolos ke Senayan yakni politikus yang berasal dari keluarga Cendana. Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Titiek maju dari Dapil Yogyakarta dan Tommy Soeharto maju dari Dapil Papua terancam tidak lolos karena Partai Berkarya diprediksi tidak mencapai ambang batas parlemen 4 persen. Berdasarkan hasil quick count Indo Barometer Partai Berkarya memperoleh 2,12 persen.

Sedangkan berdasarkan berdasarkan hasil real count KPU data masuk mencapai 31,31592 persen Senin siang, Berkarya hasilnya tak jauh beda yaitu 2,21 persen.

4. Giring Ganesha

Politikus muda PSI lain yang terancam gagal ke Senayan yakni Giring Ganesha. Sebab PSI tidak lolos mencapai Parliamentary Threshold (PT) 4 persen.

Mantan vokalis Nidji Band, maju dari Dapil Jawa Barat 1 yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi.

 

Reporter : Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Testimoni Para Tokoh Atas Pemilu Damai di Garut
Artikel Selanjutnya
Partai Hanura Raih Kursi Terbanyak di Nunukan