Penjualan Mobil Listrik Global Melonjak, Eropa Cetak Rekor

Lonjakan penjualan kendaraan listrik (EV) global pada Maret 2026, menandai titik balik setelah performa yang relaitf lesu pada awal tahun

Diterbitkan 16 April 2026, 13:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan penjualan kendaraan listrik (EV) global pada Maret 2026, menandai titik balik setelah performa yang relatif lesu pada awal tahun. Data terbaru menunjukkan, penjualan mencapai sekitar 1,75 unit atau meningkat 66 persen dibanding Februari 2026, dan 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Disitat dari ArenaEV, penjualan Eropa mencatatkan pencapaian yang signifikan, dengan penjualan mencapai 500 ribu unit dalam satu bulan.

Secara tahunan, angka ini melonjak 37 persen, dan menjadikannya sebagai pencapaian bulanan tertinggi sepanjang sejarah pasar kendaraan EV di Benua Biru.

Peningkatan tajam di Eropa terjadi karena kenaikan harga bahan bakar, yang dipicu oleh gangguan pasokan energi karena perang di Timur Tengah dan membuat konsumen beralih menggunakan EV.

Selain itu, dukungan kebijakan dan insentif di berbagai negara turut mempercepat adopsi EV, terutama di pasar besar seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Spanyol yang sama-sama mencatat performa kuat.

Di sisi lain, pasar China yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan mobil listrik dunia justru mengalami tekanan.

Meskipun sempat pulih secara bulanan, secara keseluruhan penjualan di negara tersebut masih turun dibanding tahun sebelumnya.

Penyesuaian kebijakan dan berakhirnya insentif menjadi faktor utama yang menahan laju pertumbuhan.

Kondisi Pasar Negara Lain

Kondisi serupa juga terlihat di Amerika Utara. Penjualan EV di kawasan ini mengalami penurunan signifikan secara tahunan.

Berakhirnya program insentif pajak serta perubahan kebijakan emisi membuat permintaan belum kembali stabil, meski ada sedikit peningkatan dibanding bulan sebelumnya.

Menariknya, pasar di luar tiga wilayah utama, China, Eropa, dan Amerika Utara justru mencatat pertumbuhan paling agresif.

Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Vietnam, hingga Thailand menunjukkan lonjakan permintaan yang signifikan, menandakan bahwa adopsi EV mulai meluas ke pasar non-tradisional.