Dominasi Mobil Tiongkok Timbulkan Kekhawatiran bagi Merek Barat

Seiring dengan pesatnya kemajuan kompetensi teknologi merek mobil Tiongkok, merek-merek Barat yang lebih dahulu ada mulai merasakan tekanan.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 10:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai merek mobil listrik Tiongkok kini berkembang cepat dengan sederet teknologi dan fitur yang canggih. Hal tersebut tampaknya berpengaruh terhadap merek-merek global yang memasuki pasar otomotif Tiongkok mulai merasakan tekanan yang nyata. 

Pasalnya, mobil listrik di Tingkok didukung oleh insentif pemerintah Tiongkok  terkait kendaraan energi baru, termasuk kendaraan plug-in hybrid dan kendaraan listrik. Tak hanya itu, Tiongkok juga telah memfokuskan pengembangan pada penguasaan teknologi elektrifikasi.

Pada saat yang sama, merek mobil yang lebih dahulu ada justru mengalami hal yang berbeda. Meski berupaya untuk mengikuti perkembangan, mengandalkan aliran pendapatan dari model-model yang sudah ada di pasar yang mapan, atau membagi dana pengembangan antara pengembangan kendaraan listrik dan mesin pembakaran internal, kemajuannya tetap berjalan lambat.

Dilansir dari laman Drive yang mengutip sebuah laporan yang diterbitkan The Wall Street Journal mengungkapkan dalam lima tahun ke depan, sejumlah merek ternama dari produsen mobil Barat mungkin terpaksa menarik diri dari pasar Tiongkok karena penjualan menurun.

Dengan Tiongkok memegang gelar pasar tunggal terbesar di dunia untuk mobil baru, daya tarik bagi merek-merek dengan kehadiran yang mapan di pasar Tiongkok yang sudah ada seperti Eropa, Asia, dan Amerika Utara dan Selatan terlalu kuat untuk diabaikan. 

Meski merek-merek Amerika seperti Lincoln dan Buick sangat sukses di Tiongkok melampaui angka penjualan di pasar domestiknya sendiri yaitu Amerika. Namun, sikap terhadap merek non-Tiongkok mulai berubah. 

Pasalnya, pada 2025, Tesla mengalami penurunan penjualan sekitar 5 persen, dengan BYD dari Tiongkok menyalipnya sebagai merek EV terlaris di dunia kombinasi dari penjualan di Tiongkok dan penjualan ekspor yang terus meningkat.

Pada saat yang sama, industri otomotif Tiongkok juga menghadapi tekanan internal, yang menunjukkan bahwa beberapa merek domestik mungkin menghadapi penutupan karena restrukturisasi pasar dan berakhirnya insentif energi baru yang meningkatkan penjualan.

Strategi Merek Global Ekspansi Pasar Tiongkok

Sejumlah merek telah menyerah pada tekanan yang semakin meningkat dari pasar Tiongkok yang berkembang pesat.

Mitsubishi Motors telah mengakhiri proyek usaha patungan di Tiongkok, menghentikan produksi kendaraan pada 2023 dan diikuti dengan penghentian produksi mesin pada 2025.

Perusahaan lain juga berupaya untuk lebih senada dengan strategi energi baru China, misalnya GM yang akan menawarkan semua produknya di pasar Tiongkok sebagai kendaraan listrik (EV) atau kendaraan hibrida plug-in (PHEV), 

Kemudian Lexus yang berencana untuk membuka pabrik EV khusus di Shanghai, sementara merek lain mungkin akan merestrukturisasi operasi mereka untuk menyesuaikan dengan perubahan permintaan.

Â