Liputan6.com, Jakarta - Bagi para petrolhead dan pecinta mobil kompak di seluruh dunia, kabar tentang Ford ini membuat kaget. Raksasa otomotif asal Amerika, Ford Motor Company, baru saja mematikan salah satu lini produksinya tanpa sorak-sorai, sang legenda, Ford Focus.
Hatchback yang telah mengaspal selama 27 tahun ini resmi mengakhiri perjalanannya di jalur perakitan, menandai babak final bagi mobil kompak yang pernah menjadi favorit global.
Keputusan pahit ini bukan karena Focus kehilangan pamor, melainkan Ford kini sedang bergeser haluan secara drastis, meninggalkan segmen mobil penumpang tradisional dan memfokuskan kepada energi serta modalnya pada model-model berdimensi tinggi, seperti SUV, dan terutama, kendaraan listrik (EV).
Advertisement
Dilansir carscoops.com, berakhirnya Focus, yang menyusul pendahulunya Fiesta dan Mondeo, memberikan sinyal kuat bahwa zaman keemasan mobil-mobil hatchback di Eropa kini benar-benar telah pudar, digantikan oleh model crossover yang lebih digemari pasar.
Meskipun model ini sudah lama menghilang dari Amerika Utara sejak 2018, akhir yang sesungguhnya terjadi pada November 2025. Di pabrik Saarlouis, Jerman, unit Ford Focus merupakan sebuah hatchback lima pintu berwarna putih, secara diam-diam meluncur keluar dari lini produksi, mengunci kisah panjang yang dimulai sejak 1998.
Selama rentang waktu hampir tiga dekade itu, Focus telah mencatatkan penjualan yang fenomenal, menembus angka hingga 12 juta unit di berbagai belahan dunia, menjadikannya salah satu mobil Ford terpenting yang pernah ada.
Keputusan ini, membuat sedih, didorong oleh pertimbangan bisnis yang dingin bahwa Ford ingin memaksimalkan margin keuntungan, dan segmen yang mampu melakukannya saat ini adalah EV dan SUV. Dengan demikian, Ford kini hanya menyisakan Mustang sebagai satu-satunya mobil penumpang berorientasi performa, sementara seluruh portofolio lainnya didominasi oleh kendaraan yang lebih tinggi dari tanah.
Era Baru Ford: Fokus pada Profit dan Postur Jangkung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417509/original/018301300_1763535288-2021-Ford-Focus-1117-6-2048x1040.jpg)
Keputusan untuk mengakhiri produksi Focus adalah untuk manifestasi nyata dari visi yang dicanangkan oleh CEO Ford, Jim Farley. Ia bertekad membawa Ford untuk keluar dari arena persaingan mobil-mobil "biasa" dan mengalihkan seluruh investasi pada model-model yang memiliki brand value kuat serta margin keuntungan yang gemuk, seperti lini Mustang, Bronco, dan Raptor.
Focus, Mondeo, dan Fiesta, meskipun memiliki basis penggemar yang loyal, dianggap tidak lagi memberikan profit yang memadai untuk membenarkan biaya pengembangan lebih lanjut. Hal ini membuat Ford menganggap segmen mobil kompak tersebut kurang strategis.
Oleh karena itu, semua sumber daya kini dicurahkan untuk mengakselerasi pengembangan EV dan memperkuat dominasi di pasar truk serta SUV. Langkah ini secara efektif menghapus opsi mobil penumpang non-SUV dari katalog Ford di Benua Biru.
Advertisement
Warisan Ikonik Selama 27 Tahun Mengaspal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417510/original/056809000_1763535288-2021-Ford-Focus-1117-2-2048x1365.jpg)
Focus pertama kali debut sebagai pengganti Ford Escort, dan langsung merevolusi segmennya. Mobil ini dikenal berkat desain New Edge yang berani dan pengendalian (handling) yang tajam, menyenangkan, menjadikannya standar baru untuk mobil kompak.
Puncaknya, Focus pernah menjadi mobil terlaris di dunia pada tahun 2012. Daya tariknya tak hanya terletak pada performa mengemudi yang superior di jalanan biasa, tetapi juga pada varian performa tingginya.
Model-model seperti Focus ST dan Focus RS menjelma menjadi hot hatch yang legendaris, membuktikan bahwa mobil harian pun bisa memiliki performa layaknya mobil sport. Dengan jejak panjang yang mendefinisikan standar hatchback di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, Focus meninggalkan lubang besar yang sulit diisi di hati para enthusiast.
Nasib Pabrik Saarlouis dan Penerus Crossover
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417511/original/096111400_1763535288-2021-Ford-Focus-1117-4-2048x1266.jpg)
Konsekuensi dari penghentian produksi Focus tak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga memukul Pabrik Saarlouis di Jerman. Ribuan pekerja di sana kini menghadapi ketidakpastian pekerjaan.
Pabrik Saarlouis, yang menjadi rumah bagi Focus selama bertahun-tahun, dikabarkan akan dialihkan fungsinya untuk memproduksi komponen ketimbang merakit kendaraan utuh. Ford sendiri belum mengumumkan pengganti langsung untuk Focus dalam bentuk hatchback tradisional.
Namun, rumor santer menyebutkan Ford tengah menyiapkan model crossover baru berteknologi multi-energy (hybrid dan EV) yang akan diproduksi di pabrik Valencia, Spanyol, diperkirakan meluncur paling cepat pada 2027. Model ini diprediksi akan mengisi kekosongan segmen ukuran Focus, namun dengan postur yang lebih jangkung.
Keputusan Ford mengakhiri produksi Focus, sang ikon 27 tahun, merupakan penanda paling jelas dari perubahan drastis dalam industri otomotif global. Era mobil kompak yang lincah dan terjangkau kini benar-benar berakhir, digantikan oleh dominasi SUV dan percepatan menuju kendaraan listrik.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417508/original/079660600_1763535287-2021-Ford-Focus-1117-1-2048x1178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)