Diskon Pajak Segera Berakhir, Penjualan Kendaraan Listrik di China Langsung Meroket

Pemerintah China mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2026, insentif pengurangan pajak penuh untuk kendaraan energi baru (NEV) atau kendaraan listrik akan dihentikan

Diterbitkan 11 November 2025, 07:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah China mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2026 insentif pengurangan pajak penuh untuk kendaraan energi baru (NEV) atau kendaraan listrik akan dihentikan. Kemudian, pada tahun depan, diskon akan diganti, dengan pengurangan sebesar 50 persen.

Selama ini, pembeli kendaraan listrik penumpang di Tiongkok, mendapat pembebasan pajak hingga 30.000 Yuan atau sekitar Rp 66 juta. Dalam aturan baru, jumlah maksimum pengurangan pajak akan dikurangi menjadi 15.000 Yuan, atau setara Rp33 juta.

Disitat dari Carnewschina, dengan penggantian kebijakan tersebut, memicu lonjakan pembelian pada akhir 2025 ini.

Banyak dealer mobil di Negeri Tirai Bambu melaporkan bahwa pemesanan naik hingga 60 persen, dibandingkan rata-rata bulanan normal karena konsumen ingin mendapatkan manfaat insentif sebelum kebijakan baru berlaku.

Menurut perwakilan China Automobile Dealers Association, perubahan ini bukan hanya soal fiskal, tetapi juga sinyal bahwa pemerintah ingin menggeser pasar mobil listrik dari kompetisi harga ke kompetisi nilai.

Selain itu, pada Oktober 2025, sejumlah instansi pemerintah China, termasuk Ministry of Industry and Information Technology, Ministry of Finance, dan State Administration of Taxation, menetapkan syarat lebih ketat agar kendaraan bisa mendapat potongan pajak.

Misalnya, mobil plug-in hybrid (PHEV) dan range-extended kini wajib memiliki jarak tempuh murni listrik minimal 100 kilometer. Aturan ini dimaksudkan untuk menyeleksi model dengan spesifikasi rendah agar pasar tetap kompetitif secara kualitas.

Beberapa produsen mobil merespons dengan meluncurkan program 'jaminan selisih pajak' bagi pelanggan yang melakukan pemesanan sebelum akhir November 2025, namun menerima mobil pada 2026. Program ini memastikan konsumen tetap menikmati manfaat pajak seperti pembelian pada 2025.

Insentif Kendaraan Listrik di China

Para analis memperkirakan efek kebijakan ini akan berdampak dua arah, yaitu lonjakan penjualan jangka pendek pada akhir 2025, lalu potensi perlambatan pada awal 2026 ketika insentif berkurang.

Sejak 2014, pembebasan penuh pajak pembelian menjadi pendorong utama adopsi mobil listrik di China.

Dengan pengurangan insentif ini, negara memasuki fase baru yang menekankan keberlanjutan, kualitas, dan pengurangan ketergantungan pada subsidi.

Saat ini, penetrasi kendaraan energi baru sudah melebihi 45 persen dari total penjualan mobil baru di China.

Artinya, pertumbuhan selanjutnya akan lebih bergantung pada inovasi teknologi dan model, bukan lagi pada dorongan fiskal.

Â