Nissan Hentikan Operasional Pabrik Legendarisnya di Jepang Mulai 2028

Nissan Motor Corp secara resmi menyatakan akan bakal menghentikan produksi di pabrik legendaris Oppama, Jepang pada akhir fiskal 2027, tepatnya Maret 2028

Diterbitkan 16 Juli 2025, 13:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nissan Motor Corp menyatakan bakal menghentikan operasional pabrik legendaris mereka di Oppama, Jepang pada akhir fiskal 2027, tepatnya Maret 2028. Keputusan tersebut, diambil dari sebagai bagian dari program restrukturisasi besar-besaran CEO baru Ivan Espinosa, guna menyelamatkan perusahaan yang tengah menghadapi tekanan keuangan.

Disitat dari Carscoops, pabrik Oppama telah beroperasi sejak 1961 dan memproduksi hampir 18 juta kendaraan. Selain itu, faslitas produksi ini juga sempat menjadi pusat produksi Leaf pada 2010, dan merupakan pabrik pertama di Jepang yang menerapkan robot las pada 1970.

Saat ini, tingkat penggunaannya hanya mencapai sekitar 40 persen, dan mempekerjakan sekitar 2.400 sampai 3.900 orang.

Menurut Espinosa, peralihan ini diharapkan dapat mengurangi biaya manufaktur di Jepang secara signifikan, memperkuat daya saing pabrik, meningkatkan profitabilitas produk, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang Nissan.

Sementara itu, produksi dari Oppama akan dialihkan ke pabrik Kyushu dengan target efisiensi 100 persen dan penghematan biaya operasional hingga 15 persen.

Langkah ini sejalan dengan rencana global Nissan yang memangkas kapasitas produksi dari 3,5 juta menjadi 2,5 juta unit per tahun dan menutup tujuh dari 17 pabrik secara global, serta mengurangi 20.000 tenaga kerja atau sekitar 15 persen dari total karyawan.

Penutupan Oppama berpotensi berdampak signifikan pada ekonomi lokal di Kanagawa dan Yokosuka, termasuk para subkontraktor dan bisnis kecil di sekitar pabrik.

Tantang Berat Nissan

Kondisi ini mencerminkan tantangan berat bagi Nissan. Pada tahun fiskal hingga Maret 2025, perusahaan mengalami kerugian bersih sebesar ¥670,9 miliar (±US$4,5 miliar), anjlok dari sebelumnya untung ¥426,6 miliar. Espinosa mengakui situasinya sangat menyakitkan, namun perlu untuk memastikan keberlanjutan perusahaan.

Penutupan pabrik Oppama menjadi bagian dari langkah taktis Nissan untuk beradaptasi, dengan dominasi rival seperti Tesla dan pembuat kendaraan listrik asal Tiongkok, sekaligus memperkuat ekosistem produksi yang lebih ramping dan hemat biaya.

Namun demikian, langkah ini juga menunjukkan tantangan berat dalam mempertahankan model manufaktur tradisional Jepang di tengah perubahan global.