Nissan N7 Jadi Mobil Listrik Asing Terlaris di China, Kalahkan Toyota dan BMW

Nissan N7 secara mengejutkan menjadi mobil listrik merek asing terlaris di China pada Juni 2025, mengungguli nama-nama besar seperti Buick, Toyota, dan BMW.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 19:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanpa banyak sorotan, Nissan N7 berhasil mencuri perhatian pasar otomotif China. Sedan listrik ini mencatat penjualan sebanyak 6.189 unit pada Juni 2025, menjadikan mobil listrik dari merek asing paling laris di China bulan itu.

Capaian ini menjadikan N7 unggul tipis atas dua pesaing kuat, yakni Buick GL8 New Energy (6.082 unit) dan Toyota bZ3X (6.030 unit).

Berikut daftar 10 besar mobil listrik merek asing terlaris di China per Juni 2025:

  1. Nissan N7 – 6.189 unit
  2. Buick GL8 Energi Baru – 6.082 unit
  3. Toyota bZ3X – 6.030 unit
  4. Volkswagen ID.3 – 3.950 unit
  5. Pintar #1 – 2.324 unit
  6. BMW i3 – 2.270 unit
  7. Mini Cooper Listrik – 1.658 unit
  8. VW ID.4X – 1.546 unit
  9. VW ID.4 Crozz – 1.437 unit
  10. Toyota bZ5 – 1.409 unit

Padahal saat pertama kali muncul, desain N7 sempat menuai kritik karena dinilai mirip dengan Xpeng P7.

Namun rupanya konsumen China tak terlalu ambil pusing soal tampilan mereka lebih tertarik pada kombinasi harga terjangkau dan performa menjanjikan.

 

Hasil Kolaborasi Nissan

N7 sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Nissan dan produsen lokal China, Dongfeng. Mobil ini dibangun dengan platform yang sama seperti Dongfeng eπ 007.

Untuk varian dasarnya, N7 510 Pro dijual seharga 129.900 yuan (sekitar Rp280 jutaan) dan menawarkan baterai 58 kWh dengan klaim jarak tempuh 510 km berdasarkan standar CLTC.

Bagi yang menginginkan fitur lebih lengkap, tersedia varian N7 625 Max yang dibekali baterai 73 kWh dengan daya jelajah hingga 625 km. Konsumen juga bisa memilih tenaga motor listrik, mulai dari 215 hp hingga 268 hp, sesuai kebutuhan.

Mayoritas Pembeli N7

Menariknya, data menunjukkan mayoritas pembeli N7 berasal dari kalangan muda dan keluarga baru. Sekitar 60 persen di bawah usia 35 tahun, 68 persen pria, dan 74 persen sudah menikah membuktikan bahwa N7 memang menyasar segmen keluarga muda yang mencari kendaraan listrik terjangkau namun modern.

Meski saat ini hanya dijual di China, Nissan kabarnya tengah mempertimbangkan untuk membawa N7 ke pasar global dengan nama berbeda bahkan sempat muncul wacana menghidupkan kembali nama Primera.

Jika benar terealisasi, bukan tak mungkin N7 bakal jadi pilihan menarik di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang saat ini sedang gencar mendorong adopsi kendaraan listrik.

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia