Sukses

Produksi Toyota Tumbuh 23 Persen Oktober 2022 Meski Dihantui Kendala Semikonduktor

Liputan6.com, Jakarta - Toyota Motor Corporation melaporkan kenaikan produksi secara global pada Oktober 2022. Jumlah tersebut, bahkan melebihi target yang telah ditentukan, dan pertumbuhan dalam tiga bulan berturut-turut.

Disitat Reuters, Kamis (1/12/2022), saat ini industri otomotif masih berusaha untuk mengatasi kekurangan chip semikonduktor yang terus menerus, sehingga menghambat produksi.

Secara total, Toyota produksi sebanyak 771.382 unit secara global pada Oktober 2022, di atas target yang ditetapkan sebanyak 750 ribu unit dan naik 23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, pertumbuhan pada Oktober 2022 memang melambat, dari rekor produksi bulanan lebih dari 887 ribu unit mobil yang diproduksi pada September 2022.

Toyota sendiri, terus menghadapi gangguan rantai pasokan saat China tengah memerangi wabah Covid-19 yang kembali meningkat sehingga diterapkan kebijakan lockdown di negara tersebut.

Perusahaan mengatakan, Toyota tengah menyesuaikan beberapa operasi di China karena lockdown akibat Covid-19.

Awal bulan ini, Toyota sudah memangkas target produksi tahunannya karena menghadapi lonjakan biaya material, dan kekurangan chip yang belum teratasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Target Produksi

Seorang eksekutif Toyota yang bertanggung jawab atas pembelian mengatakan pada saat itu, bahwa kekurangan chip otomotif global akan terus berlanjut, karena pembuat chip memprioritaskan pasokan barang elektronik.

Sementara bencana alam, lockdown Covid-19, dan gangguan pabrik telah memperlambat pemulihan pasokan chip mobil.

Toyota berharap dapat memproduksi 9,2 juta unit kendaraan pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2023. Jumlah tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 9,7 juta unit, tetapi masih di atas produksi tahun lalu sekitar 8,6 juta unit.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS