Sukses

Suzuki Sebut Dunia Belum Siap dengan Motor Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan mobil atau motor listrik gencar dilakukan berbagai pabrikan dunia. Namun, masih banyak pecinta otomotif yang menganggap, kendaraan yang ramah lingkungan ini belum bisa menggantikan 100 persen kendaraan konvensional, atau yang menggunakan bensin atau solar.

Hal tersebut, juga diamini oleh salah satu pabrikan motor besar asal Jepang, Suzuki. Bahkan, jenama berlambang huruf 'S' ini mengatakan, pasar belum siap untuk motor listrik.

Berbicara dengan Financial Express, Wakil Presiden Pemasaran dan Penjualan Suzuki India, Devashish Handa, fokus pihaknya saat ini bukan motor listrik.

Bahkan, bukan hanya model baru, karena krisis kesehatan yang sedang berlangsung memaksa pabrikan untuk beradaptasi dengan cara penjualan yang baru.

"Kami mengamati orang dengan sangat hati-hati, tetapi perjalanan dengan kendaraan roda dua listrik belum konsisten," ujar Handa dalam wawancara, yang disitat dari Autoevolution, Senin (29/6).

Namun, bukan berarti Suzuki Motorcycle tidak mempersiapkan masa dengan dengan motor listrik, tanpa suara, dan bebas polusi. Tapi, hingga saat ini memang Suzuki belum bisa menunjukan pengembangan kendaraan listriknya.

"Biaya akuisisi dibandingkan dengan kendaraan ICE (internal combustion engine) terus menjadi perhatian. Ketika pembeli siap, Suzuki akan hadir di pasar karena sudah memiliki teknologi," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Suzuki Sudah Punya Motor Listrik Seharga Rp23 Juta, Nama Suzuki eReady

Suzuki sebagai salah satu produsen otomotif tidak mau ketinggalan dalam memasarkan motor listrik. Salah satu model yang sudah siap adalah Suzuki eReady.

Hanya saja motor listrik Suzuki ini baru beredar di Taiwan. Sekilas, konsep Suzuki eReady ini mengingatkan pada Suzuki Lets yang pernah beredar di Indonesia. Desainnya memadukan skutik retro yang melengkung halus dengan teknologi modern.

Bagian depan Suzuki eReady ini dihuni LED headlight rectangular berukuran besar. Selain itu, terpasang setang naked dengan cover minimalis serta sepasang spion bulat.

Di baliknya, terdapat instrumen panel full-digital. Komponen ini pun menyampaikan beragam informasi, seperti real-time riding mode, kecepatan, jarak tempuh, serta kapasitas baterai.

Sayangnya, bagian belakang skuter listrik Suzuki ini masih menggunakan taillight bohlam. Tak hanya itu, pabrikan asal Jepang tersebut juga tetap mengandalkan anak kunci konvensional.

 

 

3 dari 3 halaman

4 Jam Isi Baterai

Pada sektor kaki-kaki, terpasng suspensi depan upside-down dan single-side monoshock. Kedua peleknya dibalut ban 80/100-10 dan masih dikawal rem tromol, baik di depan maupun belakang.

Menariknya, di handle-bar kanan terdapat switch untuk memilih mode berkendara, Eco dan Speed. Terdapat juga tombol Boost yang bisa meningkatkan akselerasi Suzuki eReady ketika dibutuhkan.

Baterainya terletak di bawah jok dan bisa dilepas. Dengan begitu, pengisian dayanya menjadi lebih mudah, bisa dengan cara menghubungkan motor ke listrik atau hanya baterainya saja.

Hanya saja, performa Suzuki eReady ini cenderung biasa saja, jarak tempuh maksimal sekitar 60 kilometer dan top speed 45 km/jam. Pengisian dayanya pun tak terlalu cepat, membutuhkan waktu sekitar 4 jam sampai penuh.

Namun, daya tarik skuter listrik ini ialah harganya yang cenderung terjangkau. Berdasarkan situs resmi Suzuki Taiwan, Suzuki eReady dibanderol TWD52.000 atau sekitar Rp23,8 jutaan (Kurs TWD1 = Rp459).

Sumber: Otosia.com