Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda penggemar berat MotoGP pasti sudah tidak asing dengan lapisan yang menempel di kaca helm pembalap. Biasanya, lapisan yang dinamakan tear-off tersebut dilepas jelang melakukan start.
Mengutip dari Gtamotorcycle.com, tear-off berfungsi untuk menjaga supaya pandangan pembalap tak terhalang oleh kotoran.
Ketika pandangan dirasa sudah mulai terhalang oleh debu dan kotoran lainnya, pembalap bisa melepas tear-off tersebut dengan cepat. Biasanya, 1 helm dilapisi 2 sampai 3 tear-off.
Advertisement
Selain itu, lapisan tear-off memungkinkan air tak menempel pada kaca helm. Kaca atau visor helm juga tak mudah tergores saat terkena lontaran kerikil atau pun benda asing lainnya.
Sayangnya, tear-off hanya dapat digunakan pada flat-visor atau kaca helm dengan permukaan datar. Selain itu, visor juga harus dilengkapi dengan tear-off post.
Akhir-akhir ini, penggunaan tear-off pada helm harian juga mulai menjamur di Indonesia. Alasannya pun beragam, mulai hanya sekadar kosmetik hingga difungsikan saat menempuh perjalanan jauh.
Sumber: Otosia.com
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2566068/original/079370200_1546432843-helm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328900/original/006053000_1787213140-IMG_4022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328860/original/084945100_1787211240-IMG_4023.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328296/original/070514400_1787159940-potensi_hujan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938376/original/004974400_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315376/original/025934300_1785836354-181415.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327697/original/096687000_1787120313-email-attachment_2026_08_19_deviraprastiwi-at-klyid_pramono-ungkap-sulitnya-modifikasi-cuaca-di-jakarta-saat-musim-kemarau_IMG_3192.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327912/original/058965900_1787129279-IMG_3175.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327459/original/031477800_1787110625-687272-Cosmic_Oasis__3_._Image_credit_to_Fever-281556-original-1783396463.jpg)