BYD Seagull Baru Naik Kelas, Fitur Barunya Jadi Sorotan

BYD bersiap menghadirkan Seagull generasi kedua dengan sejumlah perubahan besar, mulai dari sistem penggerak, dimensi, kapasitas penyimpanan

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 10:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan mobil listrik perkotaan di pasar Tiongkok semakin sengit. BYD bersiap menghadirkan Seagull generasi kedua dengan sejumlah perubahan besar, mulai dari sistem penggerak, dimensi, kapasitas penyimpanan, hingga teknologi bantuan berkendara.

Dilansir dari CarNewsChina, Senin (5/10/2026), BYD Seagull generasi kedua tidak lagi mengandalkan sistem penggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD). Hatchback listrik tersebut kini menggunakan penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD).

Perubahan konfigurasi ini diyakini dapat memberikan karakter berkendara yang lebih responsif. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya BYD untuk memperkuat posisi Seagull dalam menghadapi rival seperti Geely EX2.

Pemindahan motor listrik ke bagian belakang ternyata tidak hanya berdampak pada karakter berkendara. Tata letak baru tersebut juga memberikan keuntungan dari sisi kepraktisan.

BYD Seagull generasi kedua kini memiliki kompartemen bagasi depan atau frunk dengan kapasitas mencapai 94 liter. Ruang tambahan ini dapat digunakan untuk menyimpan berbagai barang yang sebelumnya harus ditempatkan di bagasi belakang.

Sementara itu, kapasitas bagasi belakang bisa diperluas secara signifikan dengan melipat kursi baris kedua. Dalam kondisi tersebut, ruang penyimpanan Seagull generasi kedua mencapai 1.380 liter.

Selain sistem penggerak, ukuran bodi BYD Seagull generasi kedua juga mengalami peningkatan dibandingkan model sebelumnya.

Mobil listrik ini memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda atau wheelbase sepanjang 2.650 mm.

Dimensi yang lebih besar tersebut berpotensi memberikan ruang kabin yang lebih lega, sekaligus membuat Seagull semakin matang sebagai mobil listrik perkotaan.

Masuk ke dalam kabin, BYD memberikan sentuhan yang jauh lebih modern. Interior Seagull generasi kedua didominasi monitor besar bergaya floating dengan pembagian layar berasio 3:7.

Bagian kiri layar berfungsi sebagai panel instrumen digital. Pengemudi dapat memantau berbagai informasi seperti kecepatan kendaraan, posisi gigi, mode berkendara, hingga konsumsi energi.

Sementara bagian kanan digunakan untuk kebutuhan infotainment, navigasi, serta pemutaran musik.

Menariknya, peningkatan fitur tidak berhenti pada sistem hiburan. Jok depan kini sudah dilengkapi pengaturan elektrik dan fungsi pijat untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

BYD juga menghadirkan pencahayaan ambient multiwarna, tombol magnetik yang disebut sebagai tombol "ajaib", serta kisi-kisi ventilasi AC yang dapat diatur untuk penumpang di baris kedua.

 

Bisa Dilengkapi LiDAR dan DiPilot 300

Untuk urusan performa, BYD Seagull generasi kedua menggunakan satu motor listrik yang menghasilkan tenaga 95 kW atau sekitar 127 hp.

Motor listrik tersebut dipadukan dengan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh.

Berdasarkan standar pengujian CLTC, pilihan baterai tersebut memungkinkan Seagull generasi kedua menempuh jarak antara 320 km hingga 420 km dalam sekali pengisian daya.

Yang paling menarik terdapat pada teknologi pengisian dayanya. BYD membekali mobil listrik mungil ini dengan teknologi flash charging yang diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sembilan menit.

Jika klaim tersebut terealisasi dalam penggunaan nyata, waktu pengisian yang sangat singkat itu dapat menjadi salah satu nilai jual utama Seagull generasi terbaru.

BYD juga tidak mengesampingkan sektor keselamatan dan teknologi berkendara cerdas. Seagull generasi kedua ditawarkan dengan opsi sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap.

Sensor tersebut terintegrasi dengan sistem bantuan berkendara cerdas ADAS DiPilot 300 atau yang juga dikenal sebagai "God's Eye B".

Kehadiran teknologi ini membuat Seagull tidak sekadar mengandalkan desain dan efisiensi sebagai daya tarik. BYD juga berupaya membawa fitur yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kendaraan dengan kelas harga lebih tinggi.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, BYD Seagull generasi kedua diprediksi tetap mempertahankan karakter sebagai mobil listrik yang terjangkau.

Model terbaru ini diperkirakan akan dipasarkan dengan harga di bawah 100.000 yuan. Jika dikonversikan menggunakan nilai tukar yang menjadi acuan materi, nominal tersebut berada di kisaran Rp228 jutaan.

Harga tersebut membuat Seagull generasi kedua berpotensi menjadi salah satu pemain penting di segmen mobil listrik perkotaan Tiongkok.

Dengan perpaduan penggerak RWD, kapasitas penyimpanan lebih besar, interior futuristis, teknologi flash charging, hingga opsi LiDAR dan DiPilot 300, BYD Seagull generasi kedua membawa perubahan yang cukup signifikan dibandingkan pendahulunya.

BYD pun berharap generasi terbaru ini mampu kembali mendongkrak performa penjualan lini Seagull, baik di pasar domestik Tiongkok maupun pasar global.