Sukses

Jangan Asal Ganti Oli Mesin, Pahami Kodenya

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pemilik mobil, menggunakan oli yang tepat bisa menjadi salah satu faktor penting meningkatkan performa. Tidak hanya untuk mencapai akselarasi maksimum, tapi juga menjaga daya tahan mesin mobil.

Ketika pemilik salah menggunakan oli, mobil akan terasa tidak bertenaga. Selain itu, dalam jangka panjang bisa merusak mesin. Sebenarnya, bila diperhatikan setiap oli mesin memiliki beragam kode di kemasannya, dan ini sebagai petunjuk digunakan untuk mobil teknologi mesin apa.

Melansir pressroomtoyotaastra, ditulis Selasa (23/1/2018), ada dua kode internasional yang umum digunakan oleh setiap produsen oli. Dua kode tersebut, adalah SAE (Society of Automotive Engineers), dan API (American Petrolium Institute).

Untuk diketahui, SAE merupakan badan internasional yang menjelaskan kekentalan oli. Hal ini berpengaruh pada saat pengaliran minyak pelumas, serta ketahanannya di suhu udara.

Kode pada SAE juga menunjukkan kemampuan suatu oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan lingkungan baik itu dingin atau panas.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Jika angka indeks SAE kecil, artinya oli semakin encer. Jadi, kemungkinan oli untuk membeku atau mengeras pada suhu rendah semakin kecil. Hal ini berguna ketika mesin mobil dinyalakan pada suhu dingin, misalnya saat musim salju di negara-negara Eropa atau Amerika.

Pada oli mesin mobil, biasanya diikuti huruf W singkatan dari winter (musim dingin). Kode ini, artinya penggunaan oli tersebut bisa sampai -20 derajat celcius, misalnya SAE 5W, SAE 10W atau SAE 20W.

Selain kode SAE, juga terdapat kode API. Perlu diperhatikan, oli mesin bensin dengan diesel mempunyai kode API yang berbeda. Pada mesin bensin, umumnya dimulai dengan huruf S, sementara diesel huruf C.

Setelah huruf tersebut, diikuti oleh huruf kedua sesuai abjad. Misalnya SA, SB, SC, SD, SE dan seterusnya.

Huruf kedua tersebut, bisa diartikan untuk mesin mobil yang lebih modern. Adapun standarisasi API ini juga disesuaikan dengan perkembangan jenis mesin mobil. Umumnya, semakin tinggi huruf kedua akan menunjukkan spesifikasi yang lebih tinggi.

Loading
Artikel Selanjutnya
Toyota C-HR Jadi SUV Paling Laris di Jepang, Apa Istimewanya?
Artikel Selanjutnya
Resmi Meluncur, Seberapa Mewah Toyota Alphard dan Vellfire 2018?