Liputan6.com, California - Amerika Serikat (AS) terkenal sebagai konsumen kendaraan berbasis truk paling tinggi di dunia. Bahkan, truk menjadi sebuah perumpamaan yang menunjukkan simbol status kemapanan seseorang.
Tingginya permintaan pikap ataupun truk rupanya menggoda Honda untuk terjun di dalamnya. Berkaca pada ketidaksuksesan pikap Ridgeline generasi pertama di tahun 2005, Honda siap memproduksi pikap Ridgeline generasi kedua yang diklaim 'tampak normal' dari sebelumnya.
Seperti dilansir dari Carscoops, Jumat (10/10/2014), sebagai sebuah pikap, Ridgeline tentu hadir bukan sebagai kendaraan yang bertampang menarik. Meksipun begitu, Honda membekali satu-satunya model pikap yang mereka miliki dengan fitur pintu bak belakang yang dapat dibuka dari dua arah.
Dibalik kapnya, Honda membekali Ridgeline dengan mesin berkonfigurasi enam silinder. Kabar yang beredar menyebutkan jika mesin tersebut serupa dengan yang digunakan dengan Odyssey.
Sayangnya, kapasitas mesin yang begitu besar akan menjadi batu sandungan bagi Honda karena saat ini konsumen Paman Sam menginginkan sebuah pikap yang efisien bahan bakar.
Hadir sebagai sebuah pikap midsize, Honda berharap Ridgeline dapat menjadi penantang tangguh bagi pikap midsize lainnya seperti Colorado dan Canyon yang telah hadir lebih dahulu.
Setidaknya, menurut Honda, kekurangan yang dimiliki oleh Dodge Ram 1500 dengan coil spring dan bodi alumunium pada Ford F-150 dapat menjadi keunggulan teknis bagi Ridgeline yang akan diluncurkan oleh Honda pada 2016 mendatang. (Ysp/Des)
Pikap, Simbol Status Khas Warga AS
Khusus di AS, Honda percaya diri melansir model pikap tunggal mereka.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/749277/original/001431700_1412927919-2014_Ridgeline_SE_02.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis8 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486120/original/097525000_1769575957-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-28T114945.709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382280/original/090010700_1792986930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-26T105247.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306183/original/001975200_1784866535-Truk_Honda.jpg)