Sukses

Cegah Penurunan Kadar Hemoglobin di Darah dengan Cara Ini

Liputan6.com, Jakarta Salah satu efek kurangnya hemoglobin akan menyebabkan tubuh melemah atau sesak nafas. Karena itu, kadar hemoglobin harus seimbang agar tidak menimbulkan penyakit.

Melansir Timesnownews, Rabu (18/5/2022), hemoglobin adalah protein yang ditemukan di sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Oksigen ini akan membantu menjaga sel-sel tubuh tetap hidup dan berenergi.

Selain mengangkut oksigen, hemoglobin membawa karbon dioksida keluar dari sel dan masuk ke paru-paru.

Karbondioksida kemudian dilepaskan saat seseorang menghembuskan napas. Jadi, ketika seseorang memiliki hemoglobin yang rendah itu dapat mempersulit tubuh untuk melakukan fungsi-fungsi ini.

Di samping itu, kekurangan hemoglobin juga dapat menyebabkan gejala yang terlihat di tubuh, suasana hati, tingkat energi, dan lain-lain.

Seseorang yang memiliki tingkat hemoglobin sangat rendah akan merasa lelah, malaise umum, tingkat energi rendah, kelemahan otot, sakit kepala berulang, hingga kulit pucat.

Bila tidak terdiagnosis dan diobati, gejala akan berkembang menimbulkan detak jantung yang cepat atau aritmia (tidak teratur) bahkan hingga pingsan.

Selain itu, juga orang tersebut memiliki ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada pekerjaan, belajar, atau berinteraksi dengan orang lain.

Ketika seseorang mengunjungi dokter, ahli medis akan menyarankan tes patologis - tes darah sederhana yang memeriksa parameter dalam darah, untuk menyingkirkan anemia, sebelum mempertimbangkan penyakit serius lainnya.

Sementara itu, tingkat hemoglobin dalam darah biasanya harus berkisar antara:

1. Pria: 13,5 hingga 17,5 g/dL

2. Wanita: 12 hingga 15,5 g/dL

3. Anak-anak: Hemoglobin yang tepat untuk anak berbeda-beda tergantung usia.

 

2 dari 2 halaman

Cara Meningkatkan Hemoglobin

Berikut ini beberapa saran yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.

1. Banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi

Jika mengalami penurunan kadar hemoglobin, Anda perlu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Kandungan zat besi dalam darah dapat membantu meningkatkan produksi hemoglobin sekaligus membentuk lebih banyak sel darah merah 

2. Makan sayuran

Anda juga perlu mengonsumsi sayuran berdaun hijau dan makanan bergiI lainnya, seperti kangkung, kacang hijau, brokoli dan bayam, daging, telur dan ikan, produk kedelai, termasuk tahu, buah-buahan kering, seperti kurma dan buah ara, kacang kacangan dan biji-bijian, dan bahkan selai kacang. 

3. Tingkatkan asupan folat Anda

Bila kurang hemoglobin dalam darah, Anda juga perlu mengonsumsi asupan folat. Bila bingung apa saja makanan yang mengandung mineral ini, Anda dapat menemukannya dalam makanan yang mengandung B-Kompleks.

Folat adalah jenis vitamin B yang berperan penting dalam produksi hemoglobin. Tubuh menggunakan folat untuk memproduksi heme, komponen hemoglobin yang membantu membawa oksigen.

Ibu yang kekurangan folat sebelum pembuahan harus diobati dengan suplemen sebelum janin mulai terbentuk. Jika tidak, pembentukan tulang belakang embrio mungkin akan terganggu. Hal itu akan menyebabkan penyakit serius dan tidak dapat diobati, seperti spina bifida.

Folat ditemukan dalam makanan, seperti bayam, nasi, kacang tanah, kacang polong, kacang merah, alpukat, dan selada. Anda juga dapat membeli suplemen Folat di apotek. 

4. Memaksimalkan penyerapan zat besi

Mengkonsumsi zat besi dalam makanan atau suplemen itu penting, tetapi seseorang juga harus membantu tubuh mereka untuk menyerap zat besi tersebut.

Makanan kaya vitamin C, seperti buah jeruk, stroberi, dan sayuran berdaun hijau, dapat meningkatkan jumlah zat besi yang diserap. Suplemen vitamin C juga dapat membantu.

Selain itu, makanan yang kaya vitamin A dan beta-karoten faktor juga dapat membantu tubuh dalam menyerap dan menggunakan zat besi. Jadi, cobalah mengonsumsi lebih banyak ikan, hati, dan ubi jalar dan buah dan sayuran dengan warna merah, oranye, dan oranye-kuning.

5. Konsultasi pada dokter

Seorang dokter mungkin menyarankan orang dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah untuk mengonsumsi suplemen zat besi. Jadi, dokter akan menyarankan itu setelah orang tersebut diperiksa.

Nantinya dokter akan menyesuaikan dosisnya. Sebab, tidak semua suplemen cocok untuk semua orang. Suplemen itu yang akan menyebabkan kadar zat besi meningkat secara bertahap selama beberapa minggu.

Jadi, jangan pernah meresepkan sendiri karena terlalu banyak zat besi bisa berbahaya. Beberapa penyebabnya antara lain dapat menimbulkan penyakit hati, kerusakan sistem saraf dan efek samping seperti sembelit, mual, dan muntah.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati