National Australia Bank akan PHK 2.500 Pekerja

Rencananya, pekerja National Australia Bank yang terkena PHK mencapai 1.500 posisi sebelum akhir 2026

Diterbitkan 20 Oktober 2026, 18:30 WIB
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - National Australia Bank (NAB), bank terbesar di Australia, mengumumkan rencana pemangkasan hingga 2.500 karyawan, atau sekitar 6% dari total tenaga kerjanya, pada tahun fiskal ini.

Rencananya, pekerja yang terkena PHK mencapai 1.500 posisi sebelum akhir 2026, sisanya dijadwalkan rampung pada akhir September 2027. Sebagai bagian dari proses restrukturisasi tersebut, bank akan mengeluarkan biaya sebesar AUD 300 juta.

Melansir laman abc.net, Selasa (20/10/2026), CEO NAB, Andrew Irvine, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap karyawan yang bertugas melayani nasabah secara langsung.

Bank ini juga akan mengurangi secara signifikan penggunaan konsultan dan kontraktor eksternal. NAB ingin menyederhanakan operasional dan menekan biaya di tengah persaingan yang kian ketat serta perubahan teknologi yang cepat dengan langkah PHK

Andrew mengatakan, langkah ini bagian dari tinjauan menyeluruh atas tenaga kerja dan model operasinya. Kondisi ekonomi yang lebih sulit, ekspektasi nasabah yang meningkat, tekanan persaingan, dan perubahan teknologi yang cepat menjadi dasar.

Pemangkasan dipastikan tidak akan berdampak material pada posisi yang melayani nasabah secara langsung. Pengurangan terbesar terpusat pada fungsi korporat dan manajemen senior.

Irvine mengatakan strategi bank pun tidak berubah. Restrukturisasi ini bertujuan mengurangi duplikasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperbaiki eksekusi.

NAB akan memulai konsultasi dengan karyawan dan serikat pekerja sektor keuangan Finance Sector Union, serta menawarkan dukungan penempatan ulang, peningkatan keterampilan, dan transisi karier.

 

 

Biaya Restrukturisasi

NAB memperkirakan biaya restrukturisasi sebelum pajak sekitar A$ 300 juta pada tahun fiskal 2027. Biaya itu mencakup pesangon, penempatan ulang karyawan, dan perancangan ulang organisasi. Angka ini jauh di atas biaya sekitar A$80 juta yang NAB catat pada masing-masing tahun fiskal 2025 dan 2026.

Pengumuman ini muncul ketika bank-bank Australia menghadapi aktivitas perumahan yang melambat, persaingan yang meningkat, dan biaya operasional yang naik.

Pada Agustus, NAB memperingatkan pertumbuhan kredit perumahan akan melambat tajam pada 2027. Bank menyebut perubahan aturan pajak properti telah menekan permintaan dari pembeli rumah dan investor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6