Liputan6.com, Tawau: Konsulat Jenderal RI di Tawau, Malaysia, menganggap akar permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal adalah oknum di Malaysia. Sejauh ini, banyak pihak di Negeri Jiran yang hingga kini memasukkan dan merekrut TKI secara ilegal. Ini dilakukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah. Demikian dikemukakan Chairul Sulaeman Natadisastra, Konsul Jenderal RI di Tawau kepada SCTV di Tawau, Jumat (11/2).
Menurut Chairul, para oknum itu mencari langsung TKI ke sejumlah daerah di Tanah Air. Mereka biasanya dibantu oknum di daerah setempat. Diketahui pula, para oknum ini ternyata juga merekrut sejumlah TKI yang masih di bawah umur. "Oknum ini juga melakukan tindakan penyiksaan," ujar Chairul.
Chairul menambahkan, selama ini pihak Malaysia hanya sibuk merazia TKI ilegal. Tapi, sama sekali belum pernah menyentuh apalagi menindak para majikannya--warga negara Malaysia--yang mempekerjakan TKI secara ilegal. Karena itu, Chairul berharap, agar kepolisian kedua negara dapat bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan ini.(ORS/Erica Pandjaitan dan Daeng Tanto)
Menurut Chairul, para oknum itu mencari langsung TKI ke sejumlah daerah di Tanah Air. Mereka biasanya dibantu oknum di daerah setempat. Diketahui pula, para oknum ini ternyata juga merekrut sejumlah TKI yang masih di bawah umur. "Oknum ini juga melakukan tindakan penyiksaan," ujar Chairul.
Chairul menambahkan, selama ini pihak Malaysia hanya sibuk merazia TKI ilegal. Tapi, sama sekali belum pernah menyentuh apalagi menindak para majikannya--warga negara Malaysia--yang mempekerjakan TKI secara ilegal. Karena itu, Chairul berharap, agar kepolisian kedua negara dapat bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan ini.(ORS/Erica Pandjaitan dan Daeng Tanto)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/432165/original/110205cTKIKonjen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)