Jadi Waketum PBNU, Gus Ipang Dorong Pengembangan Technosantri

Gus Ipang menjelaskan apa sebenarnya istilah Technosantri.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 07:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Usai Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 pada akhir Agustus 2026, Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid masuk dalam jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

Gus Ipang yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Digital Native, Teknologi, Budaya, dan Komunikasi.

Nama Gus Ipang masuk dalam kepengurusan PBNU yang diumumkan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Rabu malam, 30 September 2026.

Gus Ipang mengatakan, jabatan tersebut merupakan amanah dari Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Ia menyebut salah satu agenda yang akan didorong berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan komunikasi di lingkungan NU.

"Ini amanah dari Rais Aam dan Ketua Umum. Agenda besarnya adalah membangun relevansi, membawa kekuatan NU masuk ke ekosistem tempat generasi baru hidup," kata Gus Ipang usai pengumuman kepengurusan, Rabu, 30 September 2026 malam.

Gus Ipang merupakan putra KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, tokoh NU yang pernah memimpin Pesantren Tebuireng. Gus Solah juga merupakan adik kandung Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Gus Ipang menempuh pendidikan desain komunikasi visual di Institut Kesenian Jakarta dan melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Ia kemudian berkarier di bidang industri kreatif, periklanan, strategi komunikasi, korporasi, pemerintahan, hingga komunikasi politik.

Pengalaman tersebut akan dibawanya dalam menjalankan tugas di PBNU. Salah satu program yang ingin didorong ialah pengembangan generasi Technosantri.

Menurut Gus Ipang, Technosantri merupakan santri yang memiliki pemahaman agama, turats, dan adab, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi.

"NU ingin melahirkan lebih banyak Technosantri: santri yang kuat turats dan adabnya, sekaligus cakap menguasai teknologi," kata dia.

 

Pesantren Jadi Percontohan Pembelajaran AI

Untuk mendukung program tersebut, Gus Ipang mendorong pesantren yang telah siap menjadi percontohan pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), large language model (LLM), literasi digital, hingga keamanan digital.

"Kurikulum pembelajaran dapat disusun bersama kementerian terkait dengan menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan masing-masing pesantren," kata dia.

Gus Ipang juga mendorong kerja sama dengan perusahaan teknologi dan korporasi dari berbagai sektor. Kerja sama tersebut dapat diarahkan untuk membuka akses pelatihan, magang, pengembangan keterampilan, peluang kerja, hingga pasar bagi santri dan warga NU.

"NU sudah punya jaringan sosial yang luar biasa. Tantangannya sekarang adalah mengubahnya menjadi ekosistem digital, lalu berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk perusahaan teknologi, agar terbuka akses ilmu, pasar, dan peluang bagi generasi baru," ucap dia.

Ia mengatakan, jaringan NU perlu diterjemahkan menjadi akses yang dapat dirasakan santri, keluarga pesantren, dan warga NU.

Selain itu, Gus Ipang ingin mendorong pemanfaatan ruang digital untuk memperluas jangkauan NU. Menurut dia, perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, mencari informasi, hingga mendapatkan nasihat.

"Karena itu, kiai, gus, ning, ustaz muda, kreator, dan figur yang memiliki audiens di ruang digital dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Tujuannya sederhana. Bagaimana agar kebaikan tersebar dengan cara yang baik, kepada lebih banyak orang, dan lebih luas jangkauannya," tutur dia.

Gagasan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama jajaran pengurus PBNU sesuai arahan Rais Aam dan Ketua Umum. Gus Ipang menegaskan, pemanfaatan teknologi tidak berarti meninggalkan akar dan tradisi NU.

"Kalau zaman berubah, manfaat NU juga harus terus menemukan jalan baru untuk sampai kepada masyarakat," pungkas Gus Ipang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6