Inovasi Kampus Sulap Limbah Plastik Jadi Bingkai Kacamata

Sampah plastik diolah dengan teknologi baru hingga menjadi produk bernilai.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • UNM & Fajar kenalkan mesin injeksi pneumatik untuk olah sampah plastik di Makassar.
  • Mesin ini ubah limbah HDPE/PP jadi produk bernilai, tingkatkan produksi Payabo Recycle.
  • Inovasi ini berikan pendampingan, dukung ekonomi sirkular, dan buka peluang bisnis baru.

Liputan6.com, Jakarta - Inovasi kampus membantu meningkatkan pengolahan sampah plastik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui penerapan mesin injeksi pneumatik pada Kelompok Payabo Recycle.

Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Universitas Fajar memperkenalkan teknologi tersebut untuk membantu Payabo Recycle mengolah limbah plastik jenis High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP) menjadi berbagai produk bernilai guna. Sebelumnya, proses pengolahan dilakukan secara manual menggunakan tungku LPG tanpa pengendalian suhu.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Program BIMA 2026 Fauziah mengatakan inovasi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada penyediaan mesin, tetapi juga peningkatan kemampuan produksi dan kemandirian kelompok pengolah sampah.

"Teknologi ini kami kembangkan bukan hanya untuk menghadirkan mesin, tetapi juga membantu mitra meningkatkan kemampuan produksi, mengembangkan produk baru, dan mengelola proses secara mandiri," kata Fauziah, melansir Antara, Senin (24/8/2026).

Mesin Injeksi Pneumatik Semi Otomatis yang dikembangkan dilengkapi sistem kontrol suhu digital dan sistem pneumatik terintegrasi. Teknologi tersebut memungkinkan limbah plastik dicetak menjadi produk dengan ukuran lebih presisi, seperti bingkai kacamata dan aksesori jam tangan.

Teknologi Baru Buka Peluang Produk Bernilai Ekonomi

Sebelum menggunakan teknologi tersebut, Payabo Recycle hanya mampu menghasilkan sekitar 10 unit produk per pekan. Penggunaan mesin diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengurangi risiko cacat pada produk hasil olahan sampah plastik.

Inovasi kampus tersebut juga membuka peluang pemanfaatan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari ecoboard dan furniture hingga produk eco fashion. Pengembangan produk yang lebih ringkas juga membantu kelompok mengurangi biaya pengiriman dan memperluas pemasaran melalui platform digital.

Selain memberikan teknologi, tim pengabdian UNM dan Universitas Fajar turut memberikan pendampingan mengenai pengoperasian dan perawatan mesin, keselamatan kerja, standar operasional produksi, pengendalian mutu, hingga pengelolaan bisnis.

Fauziah mengatakan penerapan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha Payabo Recycle, tetapi juga mendukung perguruan sampah plastik melalui prinsip ekonomi sirkular. Upaya tersebut menunjukkan peran kampus dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di Makassar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6