Guru Literasi Jakarta Kampanyekan Sekolah Bersih Lewat Daur Ulang

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan sekolah di Jakarta.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 14:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dinas Pendidikan DKI Jakarta mendorong pengelolaan sampah di sekolah melalui konsep pilah, angkut, olah.
  • Program Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) diperkenalkan untuk mengelola sampah di lingkungan sekolah.
  • Lomba daur ulang dan content creator mendukung kepedulian lingkungan di sekolah.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menekankan pentingnya pengelolaan sampah melalui konsep pilah, angkut, dan olah.

Hal ini disampaikan dalam acara yang digelar oleh Guru Literasi Jakarta (Gliter Jak) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang bertemakan "Jaga Sekolah Bersih: Pilih, Pilah, Pulihkan" di aula Ki Hajar Dewantara gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, yang diikuti kepala sekolah, guru, serta murid di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. 

Nahdiana juga mengenalkan program Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

"Kemudian ada program JOSS dan keberlanjutan lingkungan, bagaimana kita menjaga dan mengolah sampah di sekolah. Pilah, yaitu sampah dari sumbernya. Angkut, sampah sesuai jenisnya. Olah, sampah sesuai kategorinya," tutur dia di Jakarta.

Adapun, lomba stand daur ulang menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur antarsuku di Jakarta.

Tak hanya itu, Gliter Jak juga menggelar lomba content creator dengan periode pendaftaran 1-20 Agustus. Peserta mengikuti lomba dengan mengirimkan karya video dan tiga pemenang telah terpilih.

Lomba robot masih berlangsung dengan dukungan Bank Jakarta.

Community Development Expert sekaligus Founder Survival Arsitektur Indonesia, Taufik Supriadi, menilai momentum kemerdekaan juga perlu diisi dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi juga upaya menjaga lingkungan tetap lestari.

"Karena ini suasana kemerdekaan, bukan hanya pameran-pameran dengan mengibarkan bendera, tetapi bagaimana menjaga lingkungan untuk tetap merdeka," ujar Taufik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6