Jalan Keluar Agar Tak Lagi Bermalam di Stasiun Cikarang

Bermalam di Stasiun Cikarang mungkin menjadi solusi bagi penumpang kereta pertama. Namun, kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 21:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memejamkan mata dengan duduk di kursi atau tertidur beralaskan lantai bukanlah kondisi yang ideal untuk dilakukan terus-menerus. Tapi bagi Rian (25) dan penumpang lainnya, cara ini pilihan satu-satunya agar tidak terlambat bekerja keesokan harinya.

Rian cukup sering bermalam di Stasiun Cikarang. Dua hingga tiga malam dalam sepekan dihabiskan dengan menginap di stasiun. Walau sudah terbiasa dengan ketidaknyamanan, Rian berharap tak ingin terus-terusan dalam kondisi itu.

Rian berharap ada jalan keluar yang ditawarkan bagi para penumpang yang selama ini terpaksa bermalam. Dalam benaknya sederhana. Ada ruangan khusus bagi penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan pagi.

“Agar mereka bisa lebih nyaman istirahat, untuk menginap di stasiun. Itu saja sih kalau saya inginkan,” ungkap Rian.

Akan lebih baik, kata Rian, jika ada fasilitas gerai makanan dan minuman yang beroperasi sepanjang malam. Untuk mengusir lapar atau haus di tengah malam. Tanpa harus keluar dari area stasiun. 

Ada satu lagi harapannya. Jam operasional kereta pertama dapat dimajukan. Bagi Rian, itu jalan keluar terbaik untuk membantu para penumpang agar tidak perlu menunggu lama di stasiun hingga subuh pukul 04.00 WIB. 

“Kalau yang saya inginkan sebenarnya sih lebih dipercepat sih (jam operasionalnya),” kata Rian.

Harapan serupa turut disampaikan oleh Yori (42). Meski baru pertama kali bermalam di Stasiun Cikarang, dia meyakini setiap orang yang memilih menghabiskan malam di stasiun karena punya tujuan masing-masing. Ada yang hendak berangkat bekerja, ada pula yang ingin pulang ke rumah. 

Yori melihat, sebagian orang yang rela bermalam di stasiun adalah penumpang yang menunggu kereta pertama agar berangkat kerja atau pulang lebih awal tanpa perlu desak-desakan. 

Yori tidak memiliki banyak tuntutan terhadap fasilitas di stasiun. Baginya, selama penumpang menunggu perjalanan, bisa diberikan ruang istirahat di area stasiun. 

“Yang penting tidak diusir saja. Kita penumpang, bukan sekadar numpang tidur,” kata dia.

Bagi Yori dan Rian, atau bahkan penumpang-penumpang lainnya, bermalam di stasiun bukan gaya hidup atau pilihan yang menyenangkan. Mereka hanya berusaha mencari jalan yang paling efektif dan efisien agar tak tertinggal dalam perjalanan esok hari.

Mereka berharap, ke depan terdapat kebijakan baru yang berpihak para penumpang, sehingga tidak lagi menghabiskan malam di ruang tunggu dengan kondisi seadanya hanya untuk mengejar kereta pertama.

Respons KAI Commuter

Stasiun Cikarang memang beroperasi 24 jam untuk melayani penumpang. Stasiun ini beroperasi penuh karena berfungsi sebagai stasiun integrasi yang melayani Commuter Line, Kereta Api Lokal, dan Kereta Api Jarak Jauh. 

Rata-rata setiap harinya terdapat 20 ribu pengguna Commuter Line yang naik dari Stasiun Cikarang dan Commuter Line Lokal Walahar sebanyak 5.500 orang. 

“Sedangkan untuk pengguna KA Jarak Jauh (KA JJ) yang turun di stasiun ini sekitar 660 orang perharinya. Sementara itu, untuk data yang memilih bermalam variatif angkanya per hari,” jelas Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (22/7/2026).

Sejauh ini, pihak KAI sudah menyediakan sejumlah fasilitas yang bisa digunakan oleh para penumpang. Namun, belum ada ruang tunggu khusus untuk tempat beristirahat.

“KAI Commuter juga sudah menyediakan bangku-bangku di area hall stasiun sebagai tempat tunggu pengguna yang turun di stasiun pada dini hari dan menunggu perjalanan pertama Commuter Line,” ungkapnya.

Disinggung mengenai usulan penambahan jadwal kereta pertama, Karina mengatakan hal tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek. Mulai dari sarana dan prasarana hingga pembersihan stasiun secara menyeluruh untuk kenyamanan pengguna di operasional pada pagi hari.

Diketahui, jadwal keberangkatan pertama Commuter Line tujuan Angke saat ini yaitu pada pukul 04.12 WIB. Selama jeda kedatangan kereta terakhir dan keberangkatan pertama, KAI Commuter terus memastikan petugas keamanan berjaga dengan baik. 

“KAI Commuter juga memiliki tim pengamanan yang akan terus mengawasi area stasiun untuk menjaga keamanan stasiun hingga sarana dan prasarana yang ada. Agar transportasi publik yang juga digunakan semua warga dapat terjaga dan aman, juga nantinya operasional layanan dapat berjalan normal dan lancar,” tuturnya. 

KAI memastikan petugas keamanan mengedepankan cara-cara humanis dalam menjalankan tugas. Selagi tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban. Selain itu, KAI Commuter juga terus berkoordinasi dengan petugas berwajib hingga stakeholder terkait untuk menghadirkan layanan bagi penumpang yang aman dan nyaman.

Dia juga mengimbau kepada para penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan dan tetap waspada selama di stasiun.

“Di samping juga dapat menjaga kebersihan area stasiun untuk kenyamanan bersama pada saat akan digunakan pada esok harinya,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6