Formas Ajak Publik Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia

Diskusi menghadirkan sejumlah ekonom untuk mengulas daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global serta memberikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 20:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) bersama Universitas Tarumanegara (Untar) menggelar diskusi nasional bertajuk "Menguji Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Turbulensi Global: Tahan Banting atau Rentan?" di Auditorium Kampus I Untar, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (17/7/2026).

Diskusi menghadirkan sejumlah ekonom untuk mengulas daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global serta memberikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan.

Ketua Umum Formas Yohanes Handojo Budhsedjati mengatakan forum tersebut digelar sebagai respons atas meningkatnya tantangan ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

"Forum dialog ini digagas untuk merespons tantangan dan dinamika ekonomi nasional yang saat ini dalam fase ketidakstabilan ekonomi (economic instability) atau ketidakpastian ekonomi (economic uncertainty). Forum ilmiah ini menjadi wadah strategis untuk mengulas sejauh mana daya tahan perekonomian Indonesia menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik dunia yang terus berkembang," ujar Handojo.

Menurut Handojo, para narasumber yang dihadirkan merupakan ekonom dari berbagai lembaga yang diharapkan mampu memberikan analisis objektif berbasis data sekaligus menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan.

Ia menilai pesimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia belakangan semakin banyak muncul di ruang publik. Karena itu, diperlukan ruang diskusi untuk melihat persoalan secara utuh dan mencari solusi bersama.

"Karena banyak sekali yang kita baca masih pesimistis, bahwa Indonesia sekarang sedang dalam masalah karena adanya geopolitik, perang, dan sebagainya, benar. Lalu bahwa di Indonesia sekarang masih terjadi banyak capital outflow, sehingga dolar naik, IHSG turun, benar," katanya.

"Tapi semua itu mari kita lihat benang merahnya. Artinya kita benar-benar melihat segala sesuatu itu secara integral. Kita harus ingat bahwa segala sesuatu itu jangan kemudian menjadi oposisi untuk kebijakan-kebijakan pemerintah. Kita ingin ketika ada masalah, ayo kita kolaborasi, ayo kita kerja sama bagaimana meningkatkan ini (ekonomi Indonesia). Itu yang kita harapkan," lanjutnya.

 

Ekonomi Indonesia Relatif Baik

Sementara itu, Ketua Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi dalam keynote speech menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih relatif baik meski dunia menghadapi berbagai tantangan.

"Formas ini menjadi bridge builder atau menjadi penjembatan informasi sosialisasi apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakatnya. Sebenarnya kan pemerintah ini punya hati sebetulnya untuk bisa banyak membantu masyarakat dalam segi apa pun. Hanya memang untuk pelaksanaan implementasi perlu kita kawal pastinya," ujarnya.

Ariawan menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyebar informasi yang benar di tengah maraknya hoaks dan informasi yang menyesatkan.

"Nah harapannya dengan ada diskusi ekonomi nasional ini bisa membantu masyarakat, publik untuk melihat bahwa kita di kondisi ekonomi yang serba uncertainty tapi di tengah ketidakpastian global kita juga masih punya growth, pendapatan per kapita yang cukup baik dari perspektif negara," katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa aktif mengikuti forum-forum edukatif dan memanfaatkan sumber informasi yang kredibel.

"Mahasiswa itu kan lewat banyak kegiatan. Sekarang ini kan dunia digital begitu luas. Mereka bisa mendapat sources atau informasi dari media-media yang relevan. Tentu bukan media yang buzzer dan sebagainya," ujarnya.

Diskusi nasional ini turut menghadirkan ekonom Piter Abdullah (Prasasti Center), Founder CORE Indonesia Hendri Saparini, ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, dan Managing Director Political Economy and Policy Studies Anthony Budiawan. Acara dipandu Kepala Divisi Pendidikan Formas Indra Charismiadji.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6