Daftar BEM dan Elemen Mahasiswa yang Demo di Jakarta Hari ini

Massa dari berbagai elemen mahasiswa menggelar aksi demo di dua tempat, Gedung DPR dan Patung Kuda Jakarta.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 15:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah organisasi dan elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta, Senin (15/6/2026). Massa pendemo membawa tuntutan yang disebut Tuntutan 11+9.

Dari informasi yang diperoleh liputan6.com di lokasi, elemen mahasiswa yang turun ke jalan menggelar aksi demo hari ini antara lain: Front Mahasiswa Nasional (FMN), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional, Kelompok Belajar Mahasiswa (KBM) UT Jakarta.

Ada pula massa dari Sentral Perjuangan Pemuda, Aliansi Cipayung Plus Jakarta Barat, GMNI Jakarta Pusat, serta GMNI Depok. Mereka bergabung dalam gerakan Cipayung Menggugat. Mereka menggelar aksi di Gedung DPR, Jakarta. 

Massa dan polisi nyaris terlibat baku pukul saat pergerakan demonstran diblokade di Jalan Gatot Subroto. Ketegangan bermula ketika sejumlah peserta aksi bergerak ke badan jalan dan berupaya menutup arus lalu lintas dari arah Gatot Subroto menuju Slipi.

Di tempat lain, massa mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin menggelar aksi demo di Patung Kuda Jakarta Pusat. Massa bergerak dari Tugu Tani, lalu melakukan longmarch ke arah jalan Medan Merdeka Selatan menuju Patung Kuda.

Pantauan Liputan6.com, massa bergerak secara konvoi mulai dari Kampus UBK di Jalan Kimia, melewati kawasan Tugu Tani, hingga akhirnya memasuki kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Namun, langkah konvoi ratusan mahasiswa tersebut tidak berjalan mulus menuju titik utama aksi. Sesampainya di depan Gedung Menara BSI (Bank Syariah Indonesia) Tower, pergerakan massa langsung diadang oleh barikade pagar besi kokoh yang sengaja dipasang aparat keamanan untuk menutup akses jalan total ke arah kawasan Patung Kuda. 

Akibat penghadangan tersebut, massa mahasiswa terpaksa tertahan di Jalan Medan Merdeka Selatan tepat di depan Gedung BSI Tower yang mengarah ke Patung Kuda. 

Di titik pembatasan tersebut, para mahasiswa langsung merapatkan barisan dan bergantian melakukan orasi di atas mobil komando untuk menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah saat ini yang mereka nilai sangat buruk.

Di sela-sela penyampaian tuntutan, orator perwakilan mahasiswa berkali-kali meminta dengan tegas agar aparat kepolisian yang berjaga di lokasi bersedia membuka barikade pagar besi tersebut.

Tuntutan 11+9

Dalam aksi tersebut, Aliansi Perisai membawa total 20 poin tuntutan yang menyoroti berbagai isu, mulai dari ekonomi, kesejahteraan buruh, pendidikan, hingga kebijakan pertahanan. Berikut poin tuntutan Aliansi Perisai:

11 Tuntutan Mendesak

1. Hentikan kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok.

2. Segera perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah.

3. Hentikan program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai sarat KKN.

4. Hentikan gelombang PHK massal yang mengancam kesejahteraan buruh.

5. Cabut UU Polri.

6. Hentikan pembangunan batalion teritorial TNI.

7. Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.

8. Naikkan upah guru honorer secara layak.

9. Tolak Sekolah Rakyat, alokasikan anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi (mandatory spending 20 persen), serta lakukan pemerataan akses pendidikan di daerah 3T.

10. Transparansikan BPI Danantara dan buka mekanisme pelaksanaannya kepada publik.

11. Copot Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, dan Menteri ESDM karena dinilai gagal menjaga stabilitas sektor masing-masing.

Selain 11 poin tersebut, ada sembilan tuntutan umum yang mencakup isu agraria, pendidikan, hak asasi manusia, dan demokrasi, yakni:

1. Hentikan penggusuran dan perampasan tanah di perkotaan maupun pedesaan.

2. Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai rakus tanah.

3. Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.

4. Hentikan percepatan PTN-BH dan kenaikan biaya pendidikan, serta jamin pendidikan yang ilmiah dan demokratis.

5. Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).

6. Hentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap aktivis serta pejuang HAM.

7. Hentikan militerisasi dan tegakkan supremasi sipil.

8. Hentikan kekerasan terhadap perempuan serta lawan budaya feodal-patriarkal.

9. Wujudkan industri nasional yang berbasis pada reforma agraria sejati 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6