Prabowo-Megawati Gandengan, Kepala Bakom Tepis Ada Agenda Politik Besar

Keakraban Prabowo dan Megawati dinilai manifestasi dari tema Hari Lahir Pancasila 2026.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Qodari menepis agenda politik di balik momen Prabowo-Megawati gandengan tangan.
  • Keduanya menjalankan peran masing-masing: Prabowo fokus pembangunan, Megawati di luar pemerintah.
  • Keakraban mereka wujud tema Harlah Pancasila, komitmen menjaga persatuan bangsa.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menepis anggapan ada agenda politik besar di balik momen gandengan tangan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri di Hari Lahir Pancasila. Menurut dia, kedua tokoh itu menjalankan tugas serta peran masing-masing sebagai Kepala Negara dan ketua umum partai politik.

"Sepengetahuan saya tidak ada. Masing-masing sedang menjalankan tugas dan peran," kata Qodari kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, Prabowo fokus menjalankan program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Megawati dan PDIP memilih berada di luar koalisi pemerintah.

"Presiden Prabowo sebagai pemerintah fokus pada menjalankan program pembangunan dan melindungi serta memajukan kesejahteraan umum," jelasnya.

"Sebaliknya Bu Mega dan PDIP memilih berada di luar pemerintahan," sambung Qodari.

Qodari menilai keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila merupakan manifestasi dari tema Hari Lahir Pancasila 2026 yakni, Pancasila pemersatu bangsa dan pondasi perdamaian dunia.

Qodari menegaskan Prabowo dan Megawati tetap berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, meski beberapa kali memiliki perbedaan pandangan.

"Presiden Prabowo dan Bu Mega memiliki sejarah hubungan yang panjang. Ada kalanya bersama dan berkompetisi namun tetap satu dalam menjaga Pancasila serta persatuan dan kesatuan bangsa," tutur Qodari.

Momen Prabowo Gandeng Megawati

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto terlihat menggandeng tangan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Senin (1/6/2026). Momen itu terjadi setelah upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.

Setelah memimpin jalannya upacara, Prabowo kembali ke tempat duduknya. Prabowo menyalami satu per satu tamu undangan. Terlihat Prabowo menghampiri Wapres ke 10 dan 12, Jusuf Kalla.

Setelah itu, Prabowo menyalami Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri yang duduk di samping Jusuf Kalla. Prabowo Kemudian menghampiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya bersalaman. Lalu Prabowo menyalami Wapres ke 13 KH. Maruf Amin.

Tak lupa menyapa Menteri kabinet Merah Putih yang hadir. Terlihat mendagri Tito Karnavian, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan menteri lainnya. Tak lupa, Prabowo bersalaman dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Megawati dan Jusuf Kalla menunggu Prabowo menyalami tamu undangan yang hadir. Setelah itu, Prabowo berjalan diikuti Megawati, Jusuf Kalla, dan Maruf Amin. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Mensesneg Prasetyo Hadi mengikuti langkah Prabowo menuju ke area dalam Gedung Pancasila.

Prabowo sempat berbincang dengan Maruf Amin. Setelah itu, Prabowo mempersilakan Megawati yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah BPIP untuk berjalan lebih dulu. Namun, justru Mega yang mempersilakan Prabowo berjalan paling depan. Bahkan terlihat Megawati guyon dengan mencoba menarik tangan Prabowo agar berjalan lebih dulu.

Kedua pemimpin ini akhirnya berjalan bersama. Prabowo menggandeng tangan Megawati yang mengenakan kebaya berwarna Merah. Keduanya saling tersenyum dan tertawa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6