Pembelaan Nadiem: Saya Mengabdi untuk Pendidikan Bukan Tambah Kekayaan

Nadiem mengaku mengalami banyak kepahitan saat menjadi menteri. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman bertemu para guru memberinya suatu kebahagiaan.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Nadiem alami kepahitan menteri, bahagia bertemu guru dan digitalisasi pendidikan.
  • Terima amanah menteri demi digitalisasi, bukan ambisi pribadi atau kekayaan.
  • Nadiem pertaruhkan finansial, reputasi, dan ketenangan demi mengabdi negara.

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyampaikan pleidoi atau nota pembelaannya dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dalam nota pembelaannya, Nadiem mengaku mengalami banyak kepahitan selama menjabat sebagai menteri. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman bertemu para guru memberinya suatu kebahagiaan.

"Banyak sekali kepahitan yang saya alami sebagai menteri. Tetapi kebahagiaan terbesar saya adalah bertemu guru yang menemukan kekuatan besar di dalam dirinya yang belum pernah mereka sadari," kata Nadiem.

Menurut Nadiem, pengalaman tersebut juga menjadi alasan utama dirinya menerima amanah sebagai Menteri Pendidikan.

"Itulah kenapa saya menerima amanah sebagai Menteri Pendidikan. Itulah kenapa saya melakukan digitalisasi pendidikan. Bukan untuk menambah kekayaan saya, bukan demi ambisi politik. Saya mengabdi murni untuk menjaga masa depan negara yang saya cintai," ujarnya.

Nadiem juga menyinggung berbagai komentar yang kerap ia terima sejak awal menjabat sebagai menteri. Salah satu komentar yang paling sering didengarnya adalah pertanyaan mengenai alasan dirinya meninggalkan Gojek.

"Banyak komentar sebelum kasus ini dimulai, 'salah Nadiem cuma satu, kok mau menjadi menteri? Padahal sudah nyaman di Gojek'. Saya mau menanggapi komentar ini dengan pertanyaan sederhana. Kalau semua orang berprestasi menolak amanah untuk mengabdi karena sudah nyaman, apa jadinya masa depan negara kita?" katanya.

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga menegaskan bahwa kondisi finansial yang telah mapan justru membuat rasa tanggung jawabnya terhadap negara semakin besar. Ia mengaku telah mempertaruhkan banyak hal demi menjalankan tugasnya sebagai menteri.

"Justru karena saya sudah dianugerahi Allah dengan kemapanan finansial, rasa tanggung jawab saya terhadap negara menjadi lebih besar. Itulah mengapa saya mempertaruhkan segala-galanya, keuangan saya, reputasi saya, ketenangan saya, dan keluarga saya untuk mengabdi kepada negara," ucap Nadiem.

Nadiem Pakai Jaket Gojek Generasi Pertama di Sidang Pleidoi

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026). Pantauan di lokasi, Nadiem tidak mengenakan rompi ungu yang biasa dipakai tahanan Kejaksaan Agung, melainkan jaket ojek online generasi pertama.

Nadiem masuk ke ruang sidang didampingi istrinya, Franka Franklin. Berbeda dengan sidang sebelumnya, kali ini ruang sidang lebih banyak dihadiri oleh pendukung yang mengenakan kemeja putih dibanding jaket ojek online.

Sebelum duduk di kursi terdakwa, Nadiem juga menyempatkan diri menyapa dan memberikan pelukan hangat kepada kedua orang tuanya, Nonok Anwar Makarim dan Atika Algadrie, yang selalu hadir mendampingi jalannya persidangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6