Jalan Lenteng Agung Ambles, Rano Karno Warning Wilayah Jakarta Lain

Rano Karno memperingatkan potensi fenomena jalan ambles atau sinkhole di titik lain Jakarta akibat rembesan air bawah tanah yang sulit diprediksi.

Diterbitkan 30 Mei 2026, 01:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jalan ambles berpotensi terjadi di lokasi lain Jakarta akibat rembesan air bawah tanah.
  • Partisipasi masyarakat penting melaporkan kerusakan jalan karena keterbatasan personel.
  • Perbaikan sinkhole butuh alat berat dan waktu, sementara plat baja dipasang.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno memperingatkan bahwa fenomena jalan ambles atau sinkhole seperti yang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, berpotensi melanda lokasi lain di ibu kota.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh rembesan air bawah tanah yang sulit dideteksi secara kasat mata.

“Jadi artinya yang saya menjadi catatan, mungkin saja terjadi sinkhole itu bukan hanya di daerah-daerah itu. Karena ini rembesan air yang kita nggak tahu wallahualam akan terjadi di Jakarta,” kata Rano di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).

Menyikapi ancaman infrastruktur tersebut, Rano meminta masyarakat untuk aktif melapor jika mendapati adanya gejala atau kerusakan jalan di sekitar lingkungan mereka.

Partisipasi aktif warga dinilai sangat krusial mengingat keterbatasan jumlah personel kedinasan di lapangan, terutama pada sektor bina marga. Laporan cepat dari masyarakat akan membantu pemerintah mempercepat proses pemetaan dan penanganan dini sebelum kerusakan berdampak fatal.

“Karena tentu saja kita sudah jelas tahu, PJLP kita di bidang bina marga juga kurang. Artinya inilah partisipasi masyarakat, sehingga kita bisa cepat tahu,” ujarnya.

 

Perbaikan Butuh Alat Berat

Lebih lanjut, Rano mengungkapkan bahwa begitu menerima informasi mengenai amblasnya aspal di Lenteng Agung, dirinya langsung menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk bergerak ke lokasi.

“Makanya sinkhole kemarin dari malam saya sudah hubungi dinas sumber daya air untuk segera menangani itu," jelas pria yang akrab disapa Bang Doel tersebut.

Namun, ia mengakui proses perbaikan permanen di lapangan memakan waktu karena membutuhkan mobilisasi alat berat. Struktur tanah yang amblas harus dikeruk terlebih dahulu untuk memperkuat fondasi bawah jalan sebelum aspal baru digelar kembali.

"Cuman memang begitu dilihat, ini memerlukan alat berat. Karena nggak mungkin dia tidak dikeruk,” ungkapnya.

Sebagai langkah penanganan darurat agar tidak memicu kemacetan parah di jalur penghubung Jakarta-Depok tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah memasang plat baja tebal di atas titik yang ambles. Siasat ini dilakukan agar kendaraan tetap dapat melintas secara bergantian.

"Minimal bisa menambah frekuensi perjalanan tidak menjadi semakin kecil karena kita tutup dengan dengan plat baja, itu, itu membantu perjalanan,” pungkas Rano.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6