Bicara Ketahanan Negara, Mendagri Sebut IPDN Jadi Inti Kekuatan

Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya aparatur sipil yang profesional sebagai salah satu pilar utama penjaga ketahanan negara di atas 200 tahun.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 17:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • IPDN strategis perkuat profesionalisme ASN dan ketahanan negara melalui tata kelola pemerintahan.
  • Lulusan IPDN inti birokrasi daerah, diminati karena kemampuan, fisik, disiplin, dan loyalitas.
  • IPDN genjot beasiswa luar negeri dan pelatihan bahasa untuk agen perubahan ASN.

Liputan6.com, Jakarta - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dinilai memegang peran strategis dalam memperkuat profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menjaga ketahanan negara lewat tata kelola pemerintahan yang baik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memberikan materi dalam Stadium General di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026).

Mendagri menyebutkan, keberadaan aparatur pemerintahan yang profesional merupakan pilar krusial bagi keberlangsungan sebuah negara. Berdasarkan berbagai literatur sejarah, negara atau kerajaan yang mampu bertahan hingga ratusan tahun selalu ditopang oleh tiga unsur utama.

"Di dalam empire atau negara yang bertahan di atas 200 tahun selalu ditemukan tiga unsur yang selalu ada, yaitu tentara yang kuat, aparatur kepolisian dan intelijen yang kuat, serta adanya aparatur sipil pemerintahan yang profesional yang dapat menjalankan administrasi negara secara efektif dan efisien," ujar Tito.

Dari total sekitar 4,7 juta ASN di Indonesia, lulusan IPDN menjadi salah satu inti kekuatan birokrasi, terutama di tingkat daerah. Pola pendidikan di IPDN yang memadukan aspek akademik ilmu pemerintahan dengan pembentukan fisik, mental, disiplin, dan loyalitas menjadi nilai plus tersendiri.

"Dan itu yang membuat para kepala daerah suka dengan mereka. Lulusan-lulusan IPDN banyak yang diminta. Karena selain kemampuan ilmu pemerintahan, mereka juga dididik memiliki fisik yang baik, loyalitas, disiplin, dan siap melaksanakan tugas," lanjutnya.

 

Genjot Beasiswa Luar Negeri

 

Selain fokus pada pendidikan formal, IPDN kini terus dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas ASN skala nasional. Berbagai pelatihan vokasional rutin digelar untuk pemerintah daerah, kepala desa, hingga anggota DPRD.

Langkah ini diperkuat oleh kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendongkrak kapasitas lulusan IPDN lewat program beasiswa luar negeri. Kurikulum pun ditambah dengan pelatihan bahasa Inggris intensif seperti persiapan tes IELTS dan TOEFL.

"Sampai saat ini sudah 52 lulusan IPDN yang fresh graduate berangkat ke luar negeri, di antaranya ke Australia, Inggris, dan Amerika. Ini persiapan lagi lebih kurang 100 untuk ikut tes LPDP. Kita harapkan nanti setelah kembali mereka bisa menjadi agen perubahan untuk ASN yang lain," tandas Tito.

Sebagai informasi, agenda Stadium General ini dirangkaikan dengan penganugerahan penghargaan Kartika Astha Brata Utama dan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Djamari juga berkesempatan memberikan kuliah umum di hadapan para praja.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor IPDN Halilul Khairi, jajaran pejabat di lingkungan Kemendagri, pejabat lingkup Kemenko Polkam, serta civitas academica IPDN.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6