Gerindra Sebut Banpres Kurban Dilakukan Presiden Sebelumnya

Politikus Gerindra Sugiat Santoso menilai bantuan kurban Presiden Prabowo menggunakan dana Banpres bukan hal baru.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bantuan kurban Presiden Prabowo pakai Banpres bukan hal baru dan lazim.
  • Presiden sebelumnya juga lakukan hal serupa untuk kegiatan sosial masyarakat.
  • Bantuan ini untuk ribuan masyarakat, bukan kepentingan pribadi presiden.

Liputan6.com, Jakarta - Politikus Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan, bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto tidak perlu dipermasalahkan. Menurutnya, penggunaan Banpres (Bantuan Presiden) untuk kurban bukanlah hal baru.

"Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama," kata dia kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Menurut Wakil Ketua Komisi XIII DPR, penggunaan uang negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan hal yang lazim dilakukan oleh seorang kepala negara.

"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," ungkap dia.

Dia menekankan, Banpres kepada masyarakat tidak hanya dalam bentuk hewan kurban, tapi banyak digunakan juga untuk mendukung berbagai sektor publik lain.

"Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ujarnya.

"Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Idul Adha ini," sambungnya.

Istana Buka Suara soal Sapi Kurban dari Presiden Pakai Banpres

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensetneg) Juri Ardiantoro menjelaskan polemik penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 100 miliar untuk membeli 1.098 ekor sapi kurban yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Juri, penggunaan APBN untuk bantuan sapi kurban bukan hal baru karena sudah menjadi program rutin pemerintah setiap tahun. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat agar dapat merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.

“Maksud sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama,” ujar Juri dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).

Juri mengatakan, penyaluran sapi kurban merupakan bagian dari bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, penggunaan anggaran negara dinilai wajar dan telah dilakukan pada pemerintahan sebelumnya.

Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Juri menegaskan, sapi kurban tersebut bukan untuk kepentingan pribadi Presiden Prabowo, melainkan sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat.

“Pemerintah ingin kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama melalui momentum keagamaan yang memiliki nilai sosial tinggi seperti Idul Adha,” katanya.

Ia juga memastikan Presiden Prabowo tetap berkurban secara pribadi menggunakan dana sendiri. Hewan kurban pribadi Presiden juga dibagikan kepada masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6