Kondisi Terkini Empat WNI Usai Lolos dari Penangkapan Israel

Suasana masih menegangkan dan drone masih memantau ketat.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 20:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Relawan WNI Herman Budianto melaporkan konvoi GSF menyebar dan masih dikejar drone Israel.
  • Kapal Herman berhasil lolos dari upaya pembajakan berkat manuver nakhoda dan penghapusan jejak data.
  • Empat WNI lolos dan melanjutkan pelayaran di dua kapal berbeda, sementara lima WNI lain ditangkap.

Liputan6.com, Jakarta - Herman Budianto, salah satu relawan WNI yang lolos dari upaya pembajakan kapal oleh tentara Israel, membeberkan kondisi rombongan konvoi misi perdamaian Global Sumud Frotilla (GSF). Herman mengungkapkan, saat ini dirinya bersama rombongan kapal yang lolos saling berjauhan menyebar.

"Jauh-jauh kita memang ini menyebar. Jadi semua antar kapal sekarang jauh-jauh, tersisa 10 kapal yang terus berlayar ini," ungkapnya kepada Liputan6.com, Selasa (18/5/2026).

Meski begitu, antar kapal intens berkomunikasi menggunakan radio. Sejumlah drone juga masih memantau pergerakan rombongan GSF.

"Kami masih, masih dalam proses pengejaran, kami baru saja siang tadi melihat drone yang mengawasi kami dan kami terus pantau adanya kapal-kapal yang lain," kata dia.

Herman menambahkan, kondisi saat ini masih sangat  menegangkan. Beruntung nakhoda kapal yang dia tumpangi bisa melakukan manuver hingga melakukan penghilangan jejak data.

 

Upaya Pembebasan

Setelah 5 WNI ditangkap tentara Israel, koordinasi antara kedutaan dan tim pusat gencar dilakukan.

"Jadi masing-masing langsung menghubungi ke kedutaan-kedutaan yang terdekat untuk melakukan negosiasi," sambungnya.

Sebelumnya, empat WNI dipastikan lolos dari upaya penangkapan tentara Israel. Mereka masih melanjutkan pelayaran menuju Gaza menggunakan dua kapal berbeda.

Mereka berada di Kapal Kastri Sadabad dan kapal Zephyro. Di kapal Zephyro ada Ronggo dan Herman, sedangkan di kapal Kastri Sadabad ada As’ad dan Hendro,

"Ya yang saya dengan Ronggo itu ada di kapal Zephyro, Zephyro, kemudian yang As'ad sama Indro itu ada di kapal Kastri Sadabad," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6