Tanah Abang Bakal Jadi Pasar Grosir Internasional Masa Depan

Pusat perbelanjaan terbesar se-Asia Tenggara itu diharapkan mampu membesar menembus lintas benua.

Diterbitkan 22 Agustus 2013, 18:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Di balik perbaikan demi perbaikan yang terus dilakukan, segudang asa disisipkan pada kawasan Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat. Pusat perbelanjaan terbesar se-Asia Tenggara itu diharapkan mampu membesar menembus lintas benua. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membisikkan rencana masa depan Tanah Abang sebagai pasar grosir internasional.

"Benar, ke depannya akan seperti itu. Tapi saya belum tahu pengembangannya gimana," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Ahok menuturkan, PD Sarana Pembangunan Jaya merupakan penggagas rencana ini. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu merupakan pemilik kawasan sentra primer terbesar akan mengelola kawasan ini bersama PD Pasar Jaya.

"Nanti yang bangun PD Sarana Jaya. Akan ada pembebasan lahan. Memang di daerah sana lagi mau kami bebaskan," tutur Ahok.

Sementara itu Kepala Dinas Tata Ruang DKI Gamal Sinurat membeberkan potensi Tanah Abang ke depannya. Tata ruang kawasan ini didukung oleh akses beserta sarana-prasarana transportasi yang memadai. Untuk itu pusat grosir yang telah terbentuk saat ini akan dikembangkan menjadi pusat niaga terpadu.

"Mengacu pada peruntukannya fungsi perdagangan terpadu memungkinkan di situ. Hanya saja masalah konsep merupakan wewenang Sarana Jaya," ujar Gamal.

Rencana ini pun didukung oleh pengelola kawasan Pasar Tanah Abang, yakni PD Pasar Jaya. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis mengaku sepakat dengan rencana pengembangan Tanah Abang. Dia percaya kawasan itu akan semakin berkembang ke depannya.

"Saya sangat mendukung sekali. Dengan ada rencana itu, Pasar Tanah Abang akan semakin bertambah maju dan layanannya semakin berkualitas," tutup Djangga.

Nantinya, sebanyak 15 persen pusat niaga terpadu Tanah Abang akan difokuskan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian, seperti perhitungan koefisien luas bangun (KLB). (Ndy/Ary)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6