Liputan6.com, Jakarta: Taufik Rifki warga negara Indonesia. pemuda yang ditangkap kepolisian Filipina karena diduga sebagai anggota Jamaah Islamiyah (JI) ini belum berpindah kewarganegaraan. Demikian diutarakan Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa, menjawab keragu-raguan tentang ihwal kewarganegaraan Rifki, di Jakarta, Jumat (31/10) siang [baca: Taufik Rifki Mengaku Sebagai WNI].
Marty mengatakan, pemuda asal Solo, Jawa Tengah, itu sejak Agustus 1998 memang sudah meninggalkan Indonesia. Meski diketahui pernah menjalani pelatihan militer di Kamp Abubakar dan Ubaidah, namun lelaki berambut cepak itu tak pernah terdaftar di Kantor Perwakilan Indonesia di Filipina. Bahkan pemerintah Filipina, menganggap Rifki sebagai orang nomor dua di jajaran JI [baca: Filipina Menunjukkan Tersangka Baru JI].
Lebih jauh Marty menjelaskan, selain Rifki ada sekitar 30-an warga Indonesia lainnya yang pernah berlatih militer di Filipina. Besar dugaan, mereka dididik perang oleh warga Surabaya, Jawa Timur. Sayangnya, Marty tak menjelaskan dengan teperinci identitas sang pelatih yang dimaksud.(ICH/Alam Burhanan dan Gatot Setiawan)
Marty mengatakan, pemuda asal Solo, Jawa Tengah, itu sejak Agustus 1998 memang sudah meninggalkan Indonesia. Meski diketahui pernah menjalani pelatihan militer di Kamp Abubakar dan Ubaidah, namun lelaki berambut cepak itu tak pernah terdaftar di Kantor Perwakilan Indonesia di Filipina. Bahkan pemerintah Filipina, menganggap Rifki sebagai orang nomor dua di jajaran JI [baca: Filipina Menunjukkan Tersangka Baru JI].
Lebih jauh Marty menjelaskan, selain Rifki ada sekitar 30-an warga Indonesia lainnya yang pernah berlatih militer di Filipina. Besar dugaan, mereka dididik perang oleh warga Surabaya, Jawa Timur. Sayangnya, Marty tak menjelaskan dengan teperinci identitas sang pelatih yang dimaksud.(ICH/Alam Burhanan dan Gatot Setiawan)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367806/original/093780900_1791362859-purbaya_KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4998321/original/035227900_1731211487-cek_fakta_undian_bpd_bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367418/original/016331900_1791348185-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-07T114242.118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/403053/original/t011103aTeroriss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)