Direlokasi Ahok, SMPN 14 Bisa Jalankan Kurikulum 2013

Mereka masih harus berbagi ruangan kelas dengan siswa-siswi SDN Bali Mester 3. Siswa SMPN 14 belajar dari pukul 07.00 WIB-12.10 WIB.

Diterbitkan 16 Juli 2013, 11:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana mengalihfungsikan 3 gedung sekolah di Jatinegara, Jakarta Timur, sebagai pasar untuk penampungan para pedagang kaki lima. Sedangkan ketiga sekolah akan dipindahkan ke lokasi lain. Salah satu sekolah itu yakni, SMPN 14.

Pihak sekolah menyambut baik rencana ini. Sudah sejak 2009 lalu, mereka mengajukan relokasi sekolah kepada Dinas Pendidikan DKI. Kepala Sekolah SMPN 14 Etin Rohaetin menilai, jika terus dipaksakan Kurikulum 2013 yang baru saja diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh tidak akan berjalan baik.

"Dalam kurikulum 2013 disebutkan jam belajar sampai pukul 14.30 WIB. Tapi di sini hanya bisa sampai pukul 12.10 WIB," keluh Etin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/7/2013).

Dia mengungkap, jam belajar siswa SMPN 14 tidak dapat dimaksimalkan sesuai dengan kurikulum 2013 karena mereka masih harus berbagi ruangan kelas dengan siswa-siswi SDN Bali Mester 3. Siswa SMPN 14 belajar dari pukul 07.00 WIB-12.10 WIB.

Setelah jam itu, ruangan kelas akan digunakan siswa SDN Bali Mester 3. Tak cuma pembatasan waktu belajar, para siswa juga terkendala untuk menjalankan kegiatan ekstrakulikuler. Tak ada sarana dan prasarana yang memadai.

"Ruang kelas kami yang tersisa hanya satu, lapangannya pun kecil. Jadi banyak kegiatan yang tidak bisa berjalan maksimal," ucap Etin.

Etin pun berharap agar gedung pengganti yang dipilihkan Pemprov DKI nanti lebih baik dari gedung sekolah sebelumnya. Gedung baru itu diharapkan memiliki fasilitas lengkap dan tidak lagi bersentuhan dengan aktivitas jual-beli para pedagang, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik. (Ndy/Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6