Update Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek: 84 Orang Telah Dipulangkan

17 korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur masih dirawat, sementara KAI terus melakukan pendampingan dan membuka layanan klaim.

Diterbitkan 04 Mei 2026, 19:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 17 korban tabrakan KRL masih dirawat, 84 telah pulang; KAI terus memantau kondisi.
  • KAI sediakan klaim biaya pengobatan mandiri dan layanan trauma healing bagi korban.
  • 61 dari 115 barang tercecer telah dikembalikan, sisanya menunggu di Stasiun Bekasi Timur.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah korban kecelakaan tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat hingga Senin (4/5/2026), sebanyak 17 pelanggan masih dirawat, sementara 84 lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumah.

VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi para korban, baik yang masih menjalani perawatan maupun yang telah kembali ke rumah.

“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Selain itu, KAI juga membuka layanan klaim biaya pengobatan mandiri bagi korban. Proses klaim akan dilakukan setelah dokumen dinyatakan lengkap dan dikoordinasikan dengan pihak asuransi dalam waktu maksimal 21 hari kerja.

Sediakan Layanan Trauma Healing

KAI turut menyediakan layanan trauma healing bagi korban dan keluarga. Pengajuan layanan dapat dilakukan melalui Posko Informasi Bekasi Timur atau call center 0812-9660-5747. Pendampingan diberikan mulai dari layanan telemedicine hingga konsultasi tatap muka.

Di sisi lain, KAI masih melakukan penanganan barang milik penumpang yang tercecer di lokasi kejadian. Dari total 115 barang yang ditemukan, sebanyak 61 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 54 barang lainnya masih menunggu untuk diambil di Stasiun Bekasi Timur.

“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” kata Anne.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6