Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Dorong Akses Pendidikan Setara: Bukan Sekadar Kebijakan di Atas Kertas

Dia mencontohkan salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan yakni, mendirikan Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang tak mampu.

Diterbitkan 03 Mei 2026, 10:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah berkomitmen memajukan pendidikan dan pemerataan akses bagi anak-anak.
  • Presiden Prabowo mendirikan Sekolah Rakyat untuk anak tidak mampu dan putus sekolah.
  • Pemerintah mengajak komunitas pendidikan berkolaborasi dan memberi masukan.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen pemerintah memajukan pendidikan di Indonesia serta memberikan akses pendidikan merata untuk anak-anak. Dia mengatakan kebijakan di bidang pendidikan tak hanya ada di atas kertas, namun juga di ruang-ruang kelas.

Hal ini disampaikan Teddy saat menghadiri acara "Belajaraya Jakarta 2026" yang diinisiasi oleh Semua Murid Semua Guru (SMSG) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Mei 2026. Acara ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.

"Negara semakin hadir khususnya di bidang pendidikan. Bukan nanti, tapi sekarang. Karena pendidikan harus saat ini, bukan hanya ada di atas kertas. Tetapi kebijakan itu hadir di ruang-ruang kelas bersama seluruh komunitas pendidikan yang ada," kata Teddy dikutip dari Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (3/5/2026).

Dia mencontohkan salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan yakni, mendirikan Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang tak mampu. Dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak putus sekolah dan tidak mampu bisa mendapat akses pendidikan untuk masa depan mereka.

"Kita ingin semua anak dapat memiliki kesempatan yang sama, bersekolah, pendidikan yang layak. Dan Bapak Presiden untuk anak-anak yang tertinggal, beliau buat lah Sekolah Rakyat. Bukan nanti, tapi sekarang. Karena pendidikan harus saat ini," jelasnya.

 

Masukan dan Koreksi

Dalam kesempatan ini, Teddy menyampaikan salam untuk seluruh komunitas pendidikan, relawan, dan penggerak pendidikan. Dia pun mempersilahkan para komunitas dan penggerak pendidikan maupun relawan memberikan masukan dan koreksi untuk mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

"Kami butuh sekali komunitas pendidikan, kami butuh sekali para relawan, para penggerak untuk memberikan kami saran masukan beri kami umpan balik, bahkan koreksi sehingga pemerintah dan penggerak komunitas dapat berjalan beriringan bersama-sama," tutur Teddy.

"Saya tahu bahwa pemerintah saja tidak cukup, komunitas pendidikan jauh lebih dekat dengan anak-anak itu sendiri," sambung dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6